Siapa Saja dan Apa peran Tim Kerja Kegiatan Kokurikuler di Sekolah/Madrasah - Berbagi Ilmu

Berbagi Ilmu

Siapa Saja dan Apa peran Tim Kerja Kegiatan Kokurikuler di Sekolah/Madrasah

Tim Kerja Kokurikuler Sekolah/Madrasah

Siapa yang Menggerakkan Kokurikuler agar Benar-Benar Berdampak bagi Murid?

Kegiatan kokurikuler tidak akan berjalan efektif tanpa perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat. Di balik program kokurikuler yang bermakna, selalu ada tim kerja kokurikuler yang dirancang secara strategis oleh kepala sekolah/madrasah untuk memastikan setiap kegiatan memberi dampak nyata bagi penguatan kompetensi dan karakter murid.

Pada awal tahun ajaran, kepala sekolah/madrasah membentuk tim kerja kokurikuler sebagai langkah strategis untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler berjalan terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Tim ini terdiri atas kepala sekolah/madrasah, pendidik yang ditugaskan sebagai koordinator kokurikuler, guru kelas dan/atau guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, serta warga sekolah/madrasah lain yang relevan sesuai kebutuhan program.

Pembentukan tim kerja kokurikuler mencerminkan kepemimpinan kepala sekolah/madrasah yang visioner dan partisipatif, khususnya dalam merancang kegiatan kokurikuler yang selaras dengan tujuan pembelajaran dan penguatan kompetensi murid. Melalui kerja tim yang solid, kegiatan kokurikuler tidak hanya bersifat pelengkap, tetapi menjadi ruang belajar bermakna yang mendukung pengembangan karakter, minat, bakat, dan keterampilan murid secara holistik.

Dalam pelaksanaannya, tim kerja kokurikuler berperan sebagai perancang, pengelola, sekaligus pendamping murid selama seluruh proses kokurikuler berlangsung. Setiap unsur dalam tim memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pengembangan berkelanjutan. Adapun pembagian peran dalam tim kerja kokurikuler dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Pembagian Peran Tim Kerja Kokurikuler

Unsur Tim Peran dan Tanggung Jawab
Kepala Sekolah/Madrasah • Memimpin penyusunan kesepakatan dan regulasi pendukung kegiatan kokurikuler.
• Menentukan koordinator kokurikuler.
• Memimpin implementasi kegiatan kokurikuler sebagai penanggung jawab utama.
• Memimpin analisis kebutuhan untuk menentukan dimensi profil lulusan yang akan dikuatkan bersama koordinator dan guru kelas/mata pelajaran.
• Memimpin upaya pelibatan seluruh pihak serta membangun jejaring kemitraan untuk mendukung kegiatan kokurikuler.
Koordinator Kokurikuler • Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola kegiatan kokurikuler di sekolah/madrasah.
• Membuka ruang kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi (masyarakat, komunitas, universitas, praktisi).
• Mengomunikasikan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin dan kebijakan pendidikan nasional kepada warga sekolah/madrasah, orang tua murid, serta mitra.
• Mengelola sistem pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang dibutuhkan pendidik dan murid.
• Memastikan kolaborasi antarpeserta didik dan pendidik terbangun sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar.
• Memastikan kegiatan kokurikuler kaya, beragam, dan bersifat eksploratif.
• Memastikan rancangan kegiatan dan asesmen sesuai dengan kriteria kesuksesan yang telah ditetapkan.
Guru Mata Pelajaran / Guru Kelas
(Fasilitator Kokurikuler)
• Bersama koordinator menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan kokurikuler.
• Berperan sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar murid.
• Melaksanakan asesmen kokurikuler sesuai tujuan dan karakteristik kegiatan.
Tenaga Kependidikan • Menyiapkan dan mendukung sarana serta prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan kokurikuler.
Warga Sekolah/Madrasah Lainnya • Berperan sebagai mitra dan turut menjaga ekosistem sekolah/madrasah yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan kokurikuler.

Ayo Pastikan Kokurikuler di Sekolah/Madrasah Anda Lebih Bermakna

Pembagian peran yang jelas dan kolaboratif menjadi kunci agar kegiatan kokurikuler tidak sekadar terlaksana, tetapi benar-benar memberi dampak bagi murid. Mulailah dengan membangun tim kerja kokurikuler yang solid, memahami peran masing-masing, dan menyelaraskan setiap program dengan tujuan pembelajaran.

CTA:
Sudahkah sekolah/madrasah Anda membentuk tim kerja kokurikuler secara strategis?
Bagikan praktik baik, pengalaman, atau tantangan yang Anda hadapi di kolom komentar, dan mari saling belajar untuk mewujudkan kokurikuler yang lebih berdampak.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Siapa Saja dan Apa peran Tim Kerja Kegiatan Kokurikuler di Sekolah/Madrasah"

Posting Komentar