Resume Materi Bimtek Tindak Lanjut AKMI Wawasan Pembelajaran Literasi Sains dan Pemaknaan Hasil AKMI - Berbagi Ilmu

Berbagi Ilmu

Resume Materi Bimtek Tindak Lanjut AKMI Wawasan Pembelajaran Literasi Sains dan Pemaknaan Hasil AKMI

Wawasan Pembelajaran Literasi Sains

Literasi sains didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan sains (pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, epistemik) untuk menjelaskan fenomena alam, artefak teknologi dan implikasinya pada masyarakat, serta mendesain dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, dan menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Pada era perkembangan teknologi informasi dan globalisasi, literasi sains dimaknai secara luas. Literasi sains mencakup makna melek teknologi, berpikiran kritis, peka terhadap lingkungan sekitar, serta mampu mengaplikasikan informasi yang dibaca. Kemampuan literasi sains yang diperlukan seseorang agar tetap eksis di zaman informasi berkaitan erat dengan kemampuan berpikir, kemampuan bernalar, dan kreativitas.

Kerangka kerja pendidikan abad 21:

Literasi dasar: Membaca, numerasi, sains, sosial budaya, Finansial, dan Digital (IT)

Kompetensi: Berpikir kritis, Kreatif, komunikatif, kolaboratif.

Karakter: Ingin tahu, Inisiatif, tangguh, adaptif, leadership, memiliki kepekaan sosial.

Ciri pembelajaran untuk meningkatkan literasi sains:

  • Tidak hanya menekankan pada konten sains, tetapi juga memberikan hubungan dengan konteks
  • Mempelajari pengetahuan sains untuk memahami dan menangani masalah sosial-ilmiah dalam masyarakat
  • Melakukan investigasi pemecahan masalah ilmiah terkait sosio-ilmiah masalah dalam masyarakat
  • Mengembangkan kreativitas, inisiatif dan sikap positif terhadap sains dalam perkembangan masyarakat dan upaya ilmiah
  • Mengembangkan keterampilan komunikasi untuk mengekspresikan ide-ide ilmiah dalam konteks sosial
  • Mengembangkan nilai-nilai sosial sebagai warga negara yang bertanggungjawab
  • Melakukan keputusan sosial ilmiah terkait masalah yang timbul dari masyarakat

Pendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat (STM) dalam pembelajaran Sains, yaitu:
  1. Peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah sosial dan teknologi di daerahnya serta dampaknya.
  2. Menggunakan sumber lokal (manusia dan material) untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
  3. Keterlibatan Peserta didik secara aktif dalam mencari informasi yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.
  4. Perluasan untuk terjadinya proses belajar yang melampaui waktu, kelas, dan sekolah.
  5. Memusatkan pengaruh sains dan teknologi kepada peserta didik.
  6. Pandangan bahwa materi subjek lebih dari sekedar konsep yang harus dikuasai peserta didik.
  7. Penekanan pada keterampilan proses yang dapat digunakan siswa dalam memecahkan masalah.
  8. Penekanan terhadap kesadaran karir, terutama karir yang berhubungan dengan sains dan teknologi.
  9. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berperan sebagai warga masyarakat, jika telah dapat mengatasi isu yang telah diidentifikasinya.
  10. Identifikasi cara-cara yang memungkinkan sains dan teknologi memecahkan masalah di masa depan.
  11. Perwujudan otonomi dalam proses belajar sebagai isu individu.
Konten dan konteks literasi sains: 
Konten merujuk pada kategori umum atau ranah yang menunjukkan pemahaman terhadap fakta, konsep, teori utama yang mendasari pengetahuan sains. 
Konteks merujuk pada kondisi di mana suatu keadaan terjadi, baik yang telah lalu maupun yang sedang terjadi yang menuntut pemahaman terhadap sains dan teknologi.

Tabel konten dan konteks literasi sains
Konten dan deskripsi konten modul literasi sains merujuk pada framework PISA (OECD, 2019) dan framework asesmen AKMI. Konten terkait isu-isu sosio saintifik berkaitan erat dengan pengetahuan sains yang meliputi pengetahuan konten (faktual dan konseptual), pengetahuan prosedural, dan pengetahuan epistemik.
Konteks literasi sains merupakan kondisi di mana suatu keadaan terjadi, baik yang telah lalu maupun yang sedang terjadi yang menuntut pemahaman terhadap sains dan teknologi. Konteks sains terdiri dari konteks personal, lokal-nasional, dan global yang merujuk pada framework PISA.

Kompetensi Literasi Sains:
Kompetensi dalam literasi sains merupakan kemampuan untuk mencapai literasi sains yang harus dimiliki peserta didik pada setiap jenjang pendidikan (MI, MTs, dan MA).  Kompetensi pada literasi sains mencakup tiga hal, yaitu: (1) menjelaskan fenomena secara ilmiah, (2) mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, dan (3) menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Kompetensi dan deskripsi kompetensi literasi sains merujuk pada framework PISA.

Berdasarkan aspek kompetensi, ditetapkan tiga level kompetensi pada literasi sains AKMI. Level kompetensi tersebut selanjutnya digunakan sebagai panduan dalam penyusunan indikator dan tujuan pembelajaran.


Hasil AKMI adalah hasil asesmen yang diperoleh melalui perangkat tes yang dikembangkan visi, misi, dan tujuan AKMI. AKMI dikembangkan dan dilaksanakan untuk mengetahui kompetensi literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya peserta didik. Dalam asesmen tersebut diberikan kepada peserta didik kelas V MI, kelas 8 MTs, dan kelas 11 MA dalam 3 tahap. Melalui asesmen multi stage, dapat diperoleh hasil asesmen yang objektif dan empiris yang dapat dijadikan acuan dalam memotret dan memposisikan peserta didik pada jenjang kemahiran sesuai dengan kompetensi literasi yang dicapainya. Berdasarkan hasil asesmen multi stage, jenjang kemahiran peserta didik dapat diklasifikasikan menjadi: Perlu pendampingan, Dasar, Cakap, terampil, dan Perlu ruang kreasi.



Pemaknaan hasil AKMI dilakukan dengan cara memahami deskripsi dan rekomendasi yang diberikan pada raport AKMI. Hasil ini kemudian ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan pembelajaran di ruang kelas oleh guru di madrasah.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Resume Materi Bimtek Tindak Lanjut AKMI Wawasan Pembelajaran Literasi Sains dan Pemaknaan Hasil AKMI"

Posting Komentar