Contoh Skenario Pembelajaran Literasi Sains Tingkat Kemahiran Perlu Pendampingan Tindak Lanjut AKMI - Berbagi Ilmu

Berbagi Ilmu

Contoh Skenario Pembelajaran Literasi Sains Tingkat Kemahiran Perlu Pendampingan Tindak Lanjut AKMI



Jenjang Kemahiran
: Perlu Pendampingan 

Capaian Kompetensi : Mampu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah serta menafsirkan data dan bukti ilmiah pengetahuan faktual dan konseptual pada konteks personal, lokal-nasional dengan kedalaman pengetahuan sains sangat sederhana dan tuntutan proses berpikir saintifik rendah. 

Sub Kompetensi : Mampu menjelaskan, mengevaluasi, dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti ilmiah pengetahuan faktual dan konseptual tentang salah satu fenomena kualitas lingkungan pada konteks personal dan lokal-nasional dengan kedalaman pengetahuan sains sangat sederhana dan tuntutan proses berpikir saintifik rendah. 

Konten : Keanekaragaman Hayati 

Konteks : Personal, Lokal-Nasional 

Model Pembelajaran : Pembelajaran Berbasis Lingkungan (MPL) (singkat waktu/setengah hari) 

Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 Menit) 


Ringkasan Materi Esensial

Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Para ahli membedakan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman ekosistem.

Ekosistem merupakan interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik apabila berada pada lingkungan yang sesuai sehingga akan terjadi interaksi yang dinamis. Berbagai makhluk hidup yang beradaptasi dengan lingkungannya berbeda disebabkan oleh komponen abiotik yang beragam akibatnya terbentuklah keanekaragaman ekosistem.

Ekosistem merupakan salah satu bagian di kehidupan dunia ini. Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem memiliki dua komponen yakni biotik dan abiotik. Makhluk hidup memiliki hubungan yang saling berkaitan dengan makhluk hidup lain. Mereka saling makan untuk bertahan hidup. Peristiwa ini sering disebut Rantai Makanan. Bisa diartikan bahwa rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara makhluk hidup dengan urutan tertentu dalam suatu ekosistem. Untuk menjaga agar kehidupan di bumi tetap stabil butuh yang Namanya keseimbangan ekosistem. Keseimbangan ekosistem merupakan suatu keadaan yang harmonis dan seimbang pada interaksi antara komponen komponen di dalam sebuah ekosistem. Keseimbangan ekosistem bisa berubah karena 2 faktor yaitu perubahan ekosistem alami dan perubahan ekosistem karena kegiatan manusia.

Faktor alami atau alamiah adalah faktor yang disebabkan tanpa campur tangan manusia. Seperti gempa bumi, kebakaran hutan karena kekeringan, banjir dan tanah longsor karena cuaca dan gunung meletus. Sedangkan faktor kegiatan manusia disebabkan karena ulah tangan manusia. contohnya pembakaran hutan untuk pemukiman dan perkebunan, penembangan hutan secara liar, pemburuan secara liar dan pemakaian pupuk yang berlebihan. Pemakaian pupuk ternyata juga berdampak negatif bagi kesimbangan ekosistem. Selain penggunaan pupuk berlebih, aktivitas manusia yang juga kadang tidak disadari adalah membuang zat sisa baik pabrik maupun rumah tangga sembarangan. 

Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya yang berupa faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup lain, sedangkan yang termasuk faktor abiotik adalah berbagai jenis benda tak hidup. Baik faktor biotik maupun abiotik sangat bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan kesatuan dari biotik dan abiotik pun bervariasi pula. Didalam ekosistem, komponen biotik harus dapat berinteraksi dengan komponen biotik lainnya dan juga dengan komponen abiotik agar tetap bertahan hidup. Jadi, interaksi antar organisme didalam ekosistem ditentukan oleh komponen biotik dan abiotik yang menyusunnya. Komponen biotik sangat beranekaragam dan komponen abiotik berbeda kualitas dan kuantitasnya, perbedaan komponen-komponen penyusun tersebut mengakibatkan perubahan dari interaksi yang ada sehingga menciptakan ekosistem yang berbeda pula. Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman hayati pada tempat yang berlainan akan menyusun ekosistem yang berbeda 

MEDIA PEMBELAJARAN 

Video tentang ekosistem hutan hujan tropis dan ekosistem sungai 

https://www.youtube.com/watch?v=f-vshHBFbe8 (ekosistem hutan hujan tropis Indonesia) https://www.youtube.com/watch?v=TKobLc3Xe1M (ekosistem sungai) 

TAHAPAN AWAL PEMBELAJARAN (alokasi waktu 10 menit) 

1. Melakukan apresepsi dengan cara memberikan pertanyaan stimulasi yang kontekstual fenomena yang ada disekitar peserta didik sesuai konten pembelajaran “kenekaragaman hayati” materi esensial “Ragam Komponen biotik dan abiotic dalam ekosistem”, misalnya: 

Q1: “Coba kalian amati lingkungan di sekitar kalian, apakah di sekolah terdapat tumbuhan hijau dan air? Apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar kalian jika tidak ada tumbuhan hijau dan air? 

Q2: “Tuliskan apa saja komponen biotik dan abiotik yang ada dilingkungan sekitar sekolah kalian?” 

2. Memotivasi peserta didik dengan memberikan pemahaman bermakna bahwa : tumbuhan hijau sebagai komponen biotik selalu menghasilkan makanannya sendiri dengan bantuan komponen abiotic. Artinya dalam suatu ekosistem kehidupan komponen biotik (yang hidup) dan komponen abiotic (tak hidup) saling berinteraksi, sehingga membentuk ekosistem dengan keanekaragaman hayati yang berlimpah. maka sebagai khalifah di muka bumi hendaknya manusia senantiasa menjaga kelestarian ekosistem untuk keanekaragaman hayati yang berlimpah, yang salah satu cirinya ditandai beranekaragamnya flora dan fauna.

TAHAPAN INTI PEMBELAJARAN (alokasi waktu 70 menit) MPL Setengah Hari/ Singkat Waktu 

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara lengkap dan lugas tentang keanekaragaman hayati 

Q3: tuliskan satu tujuan pembelajaran yang paling menarik perhatianmu! (5 menit) 

4. Guru menampilkan video pembelajaran untuk memberikan wawasan tentang jenis flora dan fauna di ekosistem perairan dan ekosistem darat di Indonesia 

https://www.youtube.com/watch?v=f-vshHBFbe8 (ekosistem hutan hujan tropis Indonesia) https://www.youtube.com/watch?v=TKobLc3Xe1M (ekosistem sungai di Indonesia) 

Q4: tuliskan jenis komponen biotik dan abiotic pada kedua video yang di tampilkan tersebut! (15 menit) 

5. Membagi kelompok (dengan keragaman yang heterogen) dan penugasan untuk mengamati objek ekosistem sawah dan ekosistem kolam/embung yang ada disekitar lingkungan sekolah selama 

 Q5: Berdasarkan pengamatan, tuliskan komponen biotik (flora dan fauna)dan komponen abiotik apa saja yang ditemukan di lingkungan sekitar sawah dan kolam/embung! (10-25 Menit) 

Q6: Hasil pengamatan dimasukan dalam lembar kerja peserta didik (LKPD)  

(pada bagian ini guru membagi menjadi 4 kelompok yang dibagi ke lokasi dengan sebaran yang berbeda berjarak 1-2 meter per kelompok) 

6. Mencatat hasil pengamatan yang perlu di catat dari hasil penyelidikan di lingkungan sekitar! (15 menit) 

Q4: Tuliskan apa yang kalian amati di ekosistem sawah sekitar sekolah untuk jenis tumbuhan dan hewan serta komponen abiotik yang ditemukan! Dan jelaskan ciri dari setiap komponen biotik dan abiotic yang ditemukan! Q5: Tuliskan apa yang kalian amati di ekosistem kolam/embing sekitar sekolah untuk jenis tumbuhan dan hewan serta komponen abiotic yang ditemukan! Dan jelaskan ciri dari setiap komponen biotik dan abiotic yang ditemukan!

7. Kembali kelas dan menyempurnakan catatan, peserta didik dibimbing untuk melihat literatur lihat video ekosistem sawah dan ekosistem kolam/embung dan e-modul ekosistem kearifan local lampung barat yang berisi banyak keanekaragaman pada tingkat ekosistem

TAHAPAN AKHIR PEMBELAJARAN 

8. Menampilkan hasil penyelidikan tentang jenis dan ciri komponen biotik dan abiotik di lingkungan sekitar di depan kelas! 

Q7: Dari hasil penyelidikan kalian dapat mengetahui bahwa terdapat banyak jenis komponen biotik (flora fauna) dan komponen abiotic di ekosistem sawah dan ekosistem kolam/embung di lingkungan sekitar, lalu apa saja yang dapat kalian lakukan untuk menjaga keragaman flora, fauna, dan komponen abiotic agar keanekaragaman hayati tetap terjaga kelestariannya? 

9. Memfasilitasi peserta didik 2-3 orang untuk memberikan kesimpulan dan refleksi singkat tentang perbedaan ciri dan jenis komponen abiotic dan biotik pada ekosistem air kolam/embung dan ekosistem sawah untuk mengetahui bahwa setiap ekosistem tertentu memiliki ciri dan jenis keanekaragaman hayati komponen biotik dan komponen abiotik yang khas. Dengan kata lain keanekaragaman hayati pada tempat yang berlainan akan menyusun ekosistem yang berbeda. 

Q8: Tuliskan secara singkat kesimpulan dari pembelajaran tentang keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar!

Untuk Mendapatkan file lengkapnya silakan klik pada tautan di bawah ini!

Klik Di sini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Skenario Pembelajaran Literasi Sains Tingkat Kemahiran Perlu Pendampingan Tindak Lanjut AKMI"

Posting Komentar