Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VIII Berdasarkan KMA Nomor 183 Tahun 2019 - Berbagi Ilmu

Berbagi Ilmu

Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VIII Berdasarkan KMA Nomor 183 Tahun 2019

 



Sahabat berbagi ilmu, berikut ini kami sajikan kumpulan soal Penilaian Akhir Semester Ganjil yang kami ambil dari buku SKI kelas 8 berdasarkan KMA nomor 183 tahun 2019. Soal-soal ini sudah kami lengkapi dengan pembahasan soal.

Nah Bapak/ibu guru yang bermaksud menyiapkan soal PAS untuk semester ganjil, soal-soal ini bisa dijadikan referensi pembuatan soal. Semoga bermanfaat.

Pilihan Ganda

Soal 1

Tokoh sentra yang memiliki peran penting dalam proses pendirian Daulah Abbasiyah dan mampu mengajak masyarakat untuk mendukung gerakannya adalah .... 

a. Abu Abbas As-Saffah 
b. Abu Ja’far Al-Mansyur 
c. Abu Muslim Al-Khurasani 
d. Abu Abdullah Al-Makmun 
Pembahasan: A
Lembar sejarah dari proses berdirinya Daulah Abbasiyah tidak terlepas dari sosok keluarga Bani Abbas bernama Ali bin Abdullah. Sebagai sepupu Rasulullah Saw, ia merasa yang paling berhak menjadi pemimpin setelah Khulafa’ur Rasyidin. Ali bin Abdullah melakukan propaganda anti Daulah Umayyah, ia mencoba meraih simpati masyarakat luas dengan menamakan gerakan propagandanya sebagai keluarga Bani Hasyim. Tetapi sebelum usahanya itu terwujud, Ali bin Abdullah wafat di tahun 124 H/742 M. 

Ambisi Ali bin Abdullah selanjutnya dilanjukan oleh putranya yaitu Muhammad bin Ali. Dalam rangka mewujudkan cita-citanya itu ia menjadikan kota Kuffah dan Khurasan sebagai basis gerakan anti Daulah Umayyah. Di kota Khurasan Muhammad bin Ali mendapat dukungan dari pemimpin masyarakat Khurasan yaitu Abu Muslim al Khurasani. Namun, Muhammad bin Ali lebih dulu wafat di tahun 127 H/745 M sebelum cita-citanya meraih kekuasaan terwujud. 

Ibrahim bin Muhammad bertekad melanjutkan perjuangan para pendahulunya sepeninggal Muhammad bin Ali. Gerakan yang dilakukan Ibrahim bin Muhammad mendapat perhatian khusus dari Khalifah Marwan bin Muhammad (Khalifah terakhir Daulah Umayyah) dan menganggapnya sebagai ancaman negara. Untuk meredam gerakan Ibrahim bin Muhammad, pada tahun 128 H/746 M Ibrahim bin Muhammad tertangkap oleh pasukan Daulah Umayyah dan wafat dalam pengasingan. Wafatnya Ibrahim bin Muhammad membuat keluarga Bani Abbas semakin gencar melakukan pemberontakan. Dibantu oleh Abu Muslim Al-Khurasani, Abu Abbas As-Saffah dan Abu Ja’far Al-Mansyur melakukan penyerangan terhadap kota-kota penting Daulah Umayyah dan menguasainya. Keadaan ini membuat Khalifah Marwan bin Muhammad tidak bisa berbuat apa-apa hingga ia terkepung di kota Damaskus, Syiria. Walaupun ia berhasil melarikan diri ke Yordania dan Palestina, Khalifah Marwan bin Muhammad tertangkap di kota Fustat, Mesir dan wafat di sana. Dengan wafatnya Khalifah Marwan bin Muhammad, maka berakhirlah era pemerintahan Daulah Umayyah.

Soal 2
Berdirinya daulah Abbasiyah tidak dapat terlepas dari sejarah panjang daulah Umayyah. Keluarga Abbas bin Abdul Muthallib mencari dukungan masyarakat dan mencari simpati dari kelompok-kelompok yang selama ini dipinggirkan oleh daulah Umayyah. Isu yang dikembangkan oleh keluarga Abbas bin Abdul Muthallib kepada masyarakat untuk menggulingkan kekuasaan daulah Umayyah adalah .... 
a. perilaku ketidakadilan pemerintah daulah Umayyah 
b. keserakahan para pemimpin daulah Umayyah 
c. kejahatan sumber daya alam pejabat daulah Umayyah 
d. perilaku lacur yang dilakukan pemimpin daulah Umayyah 
Pembahasan: A

Soal 3
Gerakan bani Abbas bin Abdul Muthallib berusaha mengkordinasikan kelompok-kelompok yang kecewa kepada daulah Umayyah dengan mewujudkan perlawanan fisik untuk meruntuhkan daulah Umayyah hingga berhasil mendirikan daulah Abbasiyah. Untuk pertama kalinya daulah Abbasiyah diproklamasikan di daerah .... 
a. Kairo 
b. Kuffah 
c. Damaskus 
d. Aleppo 
Pembahasan: B
Abu Abbas Ash Shaffah  dibaiat sebagai khaifah di masjid Kufah pada tahan 750 M. 
Kuffah merupakan ibu kota pertama dari pemerintahan kekhalifahan Dinasti Abbasiyyah. Di kota ini Daulah Abbasiyyah diproklamirkan. Di Kuffah inilah Abul Abbas membangun istna yang terkena dengan nama istana Hasyimiyah I.

Soal 4
Dalam catatan sejarah, awal berdirinya dinasti Abbasiyah terdapat tokoh yang berjasa dalam pembangunan dan penertiban administrasi pemerintahan yang menjadi tonggak awal kemajuan pemerintah daulah Abbasiyah. Tokoh itu adalah ....
a. Abdurrahman Ad-Dakhil 
b. Muawiyah bin Abu Sofyan 
c. Abdul Malik bin Marwan 
d. Abu Ja’far Al-Mansyur 
Pembahasan: D
Dalam catatan sejarah, awal berdirinya dinasti Abbasiyah terdapat tokoh yang berjasa dalam pembangunan dan penertiban administrasi pemerintahan yang menjadi tonggak awal kemajuan pemerintah daulah Abbasiyah. Tokoh itu adalah Abu Ja’far Al-Mansyur

Soal 5
Keruntuhan daulah Umayyah disebabkan beberapa faktor intenal dalam negeri pemerintahannya. Salah satunya adalah .... 
a. figur khalifah yang lemah 
b. penyerangan oleh tentara Mongol 
c. peralihan kekuasaan 
d. perpindahan ibukota negara 
Pembahasan: A


Soal 6
Luasnya wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah mengakibatkan munculnya bermacam-macam corak budaya dan ragam disiplin ilmu pengetahuan dari beragam suku bangsa. Salah satunya disebabkan oleh .... 
a. karena banyaknya budaya yang dikenalkan daulah Abbasiyah 
b. terjadinya asimilasi antara warga dari beragama suku bangsa 
c. karena berkumpulnya orang-orang dari berbagai wilayah 
d. satu sama lain saling mengenalkan budaya 
Pembahasan: B
munculnya bermacam-macam corak budaya dan ragam disiplin ilmu pengetahuan dari beragam suku bangsa. Hal ini salah satunya disebabkan oleh terjadinya asimilasi antara warga dari beragama suku bangsa 

Soal 7
Di antara khalifah yang mempunyai perhatian yang sangat besar pada perkembangan ilmu pengetahuan adalah Harun Ar-Rasyid dan Abdullah Al-Makmun. Kedua khalifah tersebut menunjuk satu tim untuk menerjemahkan karya-karya kuno dari Yunani, Persia, Romawi, Syam, dan lainnya. Untuk mendukung kegiatan tersebut, maka khalifah Harun Ar-Rasyid membangun pusat pengembangan dan penerjemahan yang diberi nama .... 
a. Baitul Hikmah 
b. Baitul Maal 
c. Baitul Hikam 
d. Baitul Makmur 
Pembahasan: A
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat pada daulah Abasiyyah, yaitu ; 
1. Terjadinya asimilasi budaya, bahasa, pengetahuan antara bangsa Arab dengan bangsa lainnya. 
2. Gerakan penerjemahan berbagai ilmu pengetahuan dari bahasa asalnya ke bahasa Arab. Gerakan           penerjemahan ini berlangsung sejak Khalifah Abu Ja’far AlMansyur hingga Khalifah Harun Ar-
    Rasyid. Buku-buku klasik Romawi dan Yunani yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu filsafat, 
    astronomi, farmasi, dan seni budaya dialihbahasakan dalam bahasa Arab. 
3. Pendirian pusat studi dan kajian yang diberi nama Baitul Hikmah. Tempat ini bukan saja hanya 
    menjadi pusat studi orang-orang di wilayah Baghdad, tapi hampir dari seluruh penjuru dunia. 

Soal 8
Pada masa pemerintahan daulah Abbasiyah perkembangan di bidang pemerintahan telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bentuk kemajuan tersebut diwujudkan dalam bentuk .... 
a. Diwanul Kharraz 
b. Diwanul Hijabah 
c. Diwanul Kitabah
d. Diwanul Jundi 
Pembahasan: D
Usaha membangun peradaban emas juga terjadi pada bidang administrasi pemerintahan Daulah Abbasiyah. 
Pengangkatan Wazir (Perdana Menteri) yang bertugas membantu khalifah dalam menjalankan roda pemerintahan. 
Wazir dibantu oleh beberapa departemen ; 
1. Diwanul Kharij ; Departemen Luar Negeri 
2. Diwanul Ziman ; Departemen Pengawasan Urusan Negara 
3. Diwanul Jundi ; Departemen Pertahanan dan Keamanan 
4. Diwanul Akarah ; Departemen Tenaga Kerja dan Pekerjaan Umum 
5. Diwanul Rasa’il ; Departemen Pos dan Telekomunikasi. 

Pengangkatan Ra’isul Kitabah (Sekretaris Negara) yang memimpin Diwanul Kitabah (Sekretariat Negara)
Dalam menjalankan tugasnya Ra’isul Kitabah dibantu oleh lima orang Katib (Sekretaris), yaitu : 
1. Katib Rasa’il ; sekretaris bidang persuratan 
2. Katib Kharraj ; sekretaris bidang perpajakan dan kas negara 
3. Katib Jundi ; sekretaris bidang kemiliteran, pertahanan dan kemanan 
4. Katib Qada ; sekretaris bidang hukum dan perundang-undangan 
5. Katib Syurtah ; sekretaris bidang kepolisian dan keamanan sipil 

Pengangkatan kepala daerah untuk menjaga daerah wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah yang dipimpin oleh gubernur (Amir)
Untuk memudahkan kordinasi pemerintah pusat dan daerah, di bawah gubernur dibentuk pemerintah desa (Qaryah) yang dipimpin oleh Syaikhul Qaryah (Kepala Desa). 

Pembentukan Mahkamah Agung, yang menangani beberapa bidang hukum, seperti ; 
1. Al-Qadi ; mengadili perkara agama, hakimnya disebut Qadi 
2. Al-Hisbah ; mengadili perkara umum, baik pidana maupun perdata, hakimnya disebut Al-Mustahsib 3. An-Nazar fil Mazalim ; pengadilan tingkat banding setelah dari pengadilan AlQadi atau Al-Hisbah, 
    hakimnya disebut Sahibul Mazalim. 

Soal 9
Kesejahteraan masyarakat dalam sebuah negara biasanya dilihat dari ekonomi dan pendidikannya. Untuk itu daulah Abbasiyah memberikan perhatian dan dukungan secara khusus pada bidang peningkatan sektor perdagangan dan perindustrian, perhatian ini diwujudkan dalam .... 
a. mendirikan sekolah-sekolah ilmu kedokteran 
b. memberikan subsidi penuh kepada rumah sakit 
c. membangun pusat perbelanjaan dan ruang publik 
d. optimalisasi pelabuhan sebagai pintu utama perdagangan 
Pembahasan: D
Kemajuan sektor ekonomi Daulah Abbasiyah pada masa ini disebabkan oleh usaha-usaha para khalifah yang mendorong kemajuan dalam sektor perdagangan. 
Sektor Perdagangan Perekonomian
masyarakat pada masa Daulah Abbasiyah meningkat saat khalifah Al- Mahdi (775-785 M) memerintah. Hubungan luar negeri Daulah Abbasiyah dengan kerajaan-kerajaan lain telah membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menambah kas negara. Kota Basrah menjadi pelabuhan penting, sebagai tempat transit antara Timur dan Barat, banyak mendatangkan kekayaan bagi Abbasiyah. Selain itu, ada juga pelabuhan Damaskus dan dermaga Kuffah. Seiring itu, terjadi peningkatan pada sektor tambang, pertanian dan industri. 
Sektor Perindustrian 
Khalifah Daulah Abbasiyah memiliki perhatian yang sangat serius dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Untuk itu, mereka aktif mendorong kemajuan sektor perindustrian. Para khalifah menganjurkan masyarakatnya untuk berlomba-lomba dalam industri dan pengolahan. Banyak kota dibangun untuk pusat perindustrian. kota Basrah menjadi pusat industri gelas dan sabun, kota Kuffah merupakan pusat industri tekstil, industri pakaian dari sutra bersulam ditempatkan di kota Damaskus yang pusat kerajinan sutranya berada di Khazakstan, dan kota Syam menjadi pusat industri keramik dan gelas berukir. 

Soal 10
Kejayaan intelektual dan peradaban Islam masa daulah Abbasiyah saat khalifah Harun Ar-Rasyid dan khalifah Abdullah Al-Makmun. Sumbangsih para ilmuan dan ulama yang berinovasi dengan menerjemahkan manuskrip kuno ini dikumpulkan dalam sebuah tempat bernama Majelis Munadzarah, fungsi penting dari majelis ini adalah .... 
a. menjawab beragam persoalan agama 
b. pusat penelitian dan pengkajian ilmu sains 
c. lembaga penerjemahan Al-Qur’an 
d. wadah perkumpulan para ulama
Pembahasan: A
Pembentukan Majelis Munadzarah pada masa Khalifah Abdullah Al-Makmun menjadi pusat kajian yang mengupas segala persoalan hukum keagamaan. 
Soal 11
Nama lengkapnya Abu Ali Al-Husayn bin Abdullah bin Ali bin Sina, orang Arab memberinya gelar Syaikhurrais. Ia bukan hanya menguasai Al-Qur’an dan Hadits akan tetapi ia juga mempelajari matematika, astronomi, filsafat dan lainnya. Dalam disiplin ilmu umum, ia merupakan pakar dan ahli dalam bidang .... 
a. Astronomi         
b. Kedokteran         
c. Matematika         
d. Tafsir Al-Qur’an 
Pembahasan: A
Nama lengkapnya Abu Ali Al-Husayn bin Abdullah bin Ali bin Sina. Orang Arab memberinya gelar Syaikhurrais (pemimpin orang terpelajar). Lahir pada tahun 980 M, dan wafat tahun 1037 M. dianugrahi dengan kemampuan luar biasa untuk menyerap dan memelihara pengetahuan, sarjana Islam dari Persia ini membaca buku-buku di perpustakaan besar milik raja dan pada usia 21 tahun mulai menulis buku. Sebagai dokter, Ibnu Sina lebih suka tindakan preventif daripada kuratif dan selalu menguatkan aspek rohani dan jasmani pasien dalam pengobatannya. Dalam pandangannya, makanan, minuman, temperatur, polusi udara, limbah, keseimbangan pikiran dan gerak tubuh mempunyai pengaruh terhadap kesehatan manusia. Semua yang dikatakan Ibnu Sina terbukti dan menjadi masalah utama atas kesehatan manusia saat ini. 
Karya-karya Ibnu Sina dalam bidang ilmu kedokteran antara lain : 
Al-Qanun Fi Thibb : yang artinya “dasar-dasar ilmu kedokteran”. 
Buku ini berabad-abad telah menjadi buku yang menguasai dunia pengobatan di Eropa dan menjadi buku sumber kedokteran di Prancis. Di dalam buku ini menjelaskan tentang pembengkakan pada paru-paru dan mengenali potensi penularan wabah penyakit saluran pernafasan, asma dan TBC melalui pernafasan dan penyebaran berbagai penyakit melalui udara dan air. Obatobatan yang disebut dalam buku ini tidak kurang dari 760 macam obat untuk beragam penyakit. 
As-Syifa : berisi tentang cara pengobatan, termasuk tentang pengobatan penyakit syaraf. 

Soal 12
Filusuf pertama sebelum Islam dan merupakan representasi seorang murid Aristoteles (Filusuf Yunani) dikenal dengan nama .... 
a. Ibnu Sina           
b. Al-Farabi            
c. Al-Kindi             
d. Jabir bin Hayyan
Pembahasan: C
Al-Kindi atau yang bernama lengkap Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq bin Sabah Al-Kindi, seorang putra Gubernur yang lahir di Kuffah sekitar tahun 801 M lalu menetap dan meninggal di Baghdad, Irak pada tahun 873 M. Di barat ia dikenal dengan nama Al-Kindus. Ia hidup pada masa pemerintahan khalifah Al-Amin, Al-Ma’mun, Al-Mu’tashim, Al-Watsiq, dan AlMutawakkil. Karena merupakan keturunan asli Arab, maka ia memperoleh gelar “Filusuf Arab”, dan ia memang merupakan representasi pertama dan terakhir dari seorang murid Aristoteles (Filusuf Yunani) di dunia timur yang murni keturunan Arab. Al-Kindi lebih dari seorang filusuf, ia ahli perbintangan, kimia, ahli mata, dan musik. Tidak kurang dari 361 buah karya ilmiah ditulisnya. Namun sayangnya kebanyakan dari karya-karnya itu tidak bisa ditemukan. Diantara karya filsafatnya adalah “Risalah fi Madkhal al-Mantiq bil Istifa al-Qaul Fih” sebuah pengantar lengkap logika. Lewat karyanya Al-Kindi berusaha menjelaskan hubungan agama dengan filsafat, ia mengatakan antara filsafat dengan agama tidak ada pertentangan dan tidak perlu dipertentangkan, karena keduanya sama-sama mencari kebenaran. Titik temu pada kebenaran inilah yang kemudian menyebabkan banyak ilmuan muslim dan lainnya mengkaji pemikiran filsafat YunaniRomawi sehingga filsafat menjadi salah satu hasil dan bentuk pemikiran ilmuan muslim yang cemerlang. 

Soal 13
Berikut yang bukan termasuk kedalam ibrah dari perkembangan dan kemajuan peradaban dan kebudayaan Islam masa Daulah Abbasiyah adalah .... 
a. kemajuan peradaban dan kebudayaan daulah Abbasiyah merupakan warisan para pendahulu mereka b. puncak kejayaan intelektual dan peradaban Islam masa daulah Abbasiyah menjadikan umat Islam 
    dipandang dan diperhitungkan oleh dunia hingga saat ini 
c. kekuatan tekad dan kesungguhan mengembangkan ilmu pengetahuan menghantarkan daulah    
    Abbasiyah mencapai puncak keberhasilan dan kejayaan 
d. perubahan sistem pemerintahan dari monarki ke demokrasi berdampak pemberian ruang masyaakat 
    untuk berinovasi 
Pembahasan: A

Soal 14
Seorang pemikir muslim ternama Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad AlGhazali At-Tusi yang wafat pada tahun 1111 M. Karena kedalaman ilmu dan kasalehannya ia diberi gelar oleh dunia Islam dengan .... 
a. Syaikuhl Islam 
b. Hujjatul Islam 
c. Malikul Islam 
d. Raisul Islam 
Pembahasan: B
Imam Ghazali memiliki nama lengkap Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali At-Tusi, bergelar Hujjatul Islam yang artinya orang yang memiliki kewenangan/otoritas atas Islam. Di lahirkan di Thusi, Khurasan pada tahun 1059 M dan wafat tahun 1111 M. Guru Imam Ghazali adalah Al-Imam Haramain Al-Juwaini, seorang ulama besar dan mengajar di Madrasah An-Nidzamiyah, Baghdad, Iraq. 

Imam Ghazali memiliki karakter tekun, rajin, teliti, dan cerdas sehingga banyak disiplin ilmu yang dikuasainya. Di antaranya seperti, ilmu kalam, fiqih, teologi, filsafat, kimia, matematika dan lain sebagainya. Imam Ghazali berhasil menulis sekitar dua ratus kitab. Di antara karyanya yang masyhur adalah : 
Tahafutut Falasifah (kerancuan filsafat) : sebuah kitab yang membahas tentang filsafat Islam 
Ihya ‘Ulumiddin : kitab tasawuf yang membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa yang membahas tentang penyakit hati, pengobatannya dan mendidik hati. Kitab ini merupakan karya yang paling terkenal dari Imam Ghazali.

Soal 15
Di Barat, Jabir bin Hayyan ahli kimia muslim pertama lebih dikenal dengan sebutan .... 
a. Gabi 
b. Genta 
c. Geri 
d. Geber 
Pembahasan:
Setelah ilmu kedokteran, filsafat, astronomi, dan matematika, ilmuan muslim dalam bidang kimia memberikan peran besarnya terhadap pradaban Islam masa Daulah Abbasiyah. Adalah Jabir bin Hayyan, dikenal sebagai Bapak kimia muslim pertama. Dunia barat menyebutnya dengan Geber.
Jabir bin Hayyan bin Abdullah Kufi, dilahirkan di desa Thus-Khurasan kemudian menetap di Kuffah sekitar tahun 776 M. Ia merupakan tokoh besar dalam bidang ilmu kimia pada abad pertengahan. Dalam beberapa riwayat Jabir bin Hayyan pernah menimba ilmu kepada putera mahkota Daulah Umayyah Khalid bin Yazid bin Muawwiyah dan Imam Ja’far As-Shadiq.  
Penguasaannya terhadap ilmu kimia membawanya menjadi seorang ahli kimia yang termasyhur di zamannya. Pendapatnya yang terkenal dalam presfektif keilmiahannya adalah bahwa logam biasa seperti seng, besi, dan tembaga dapat diubah menjadi emas, atau perak dengan formula misterius, yang untuk mengetahuinya ia telah banyak menghabiskan waktu. Jabir bin Hayyan juga menggambarkan secara ilmiah dua operasi utama kimia: kalnikasi dan reduksi kimiawi. Ia memperbaiki beberapa motode penguapan, sublimasi, peleburan, dan kristalisasi. 
Buku-buku yang menggambarkan kecerdasan dan penguasaanya terhadap ilmu kimia seperti : 
- Ar-Rahmah : buku cinta 
- Al-Tajmi : buku tentang konsentrasi 
- Al-Zibaq Al-Sayrqi : Air Raksa Timur 

Soal 16
Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasyi Al-Bushrawi memang lebih dikenal dengan karya tafsir Qur’annya yang masyhur dan banyak diringkas oleh para ulama. Ia juga ahli dalam bidang sejarah kehidupan Nabi, karya hebatnya dalam bidang ini adalah .... 
a. Bidayah wa Nihayah 
b. Jam’i Al-Masanid 
c. Jarh wa Ta’dil 
d. Tafsir Qur’an Al-Adzim 
Pembahasan:
Nama lengkapnya, Imaduddin Isma’il bin Umar bin Katsir Al-Qurasyi AlBushrawi, dilahirkan di Mijdal, sebuah tempat di kota Bashrah pada tahun 701 H/1302 M). Ayahnya, seorang khatib dan meninggal ketika Ibnu Katsir baru berusia empat tahun. Selanjuntnya, diasuh dan dididik oleh kakaknya, Syaikh Abdul Wahhab. Pada usia lima tahun diajak pindah ke Damsyik, negeri Syam pada tahun 706 H. Beberapa karyanya yang terkenal adalah: 
  1. Tafsir al-Qur-an, kitab tafsir dengan riwayat, telah diterbitkan berulang kali dan telah diringkas oleh banyak ulama. 
  2. Al-Bidaayah wan Nihayah, terdiri dari 14 jilid, berisi kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu, sirah Nabawiyah, sejarah Islam. 
  3. At-Takmiil fi Ma’rifatis Siqat wa Dhu’afa wal Majaahil. Di dalamnya terangkum dua kitab dari tulisan guru beliau, yaitu al-Mi zzi dan adzDzahabi (Tahdzibul Kamal fi Asma Rijal) dan (Liizan I’tidal fii Naqdir Rijal) dengan disertai beberapa tambahan yang bermanfaat dalam masalah aljarh wat ta’dil. 
  4. Jami’ al-Masanid, berisi Musnad Imam bin Hanbal, A|-Bazzar, Abu Ya’la Al-Mushili, Ibnu Abi Syaibah, beserta Kutubus Sittah. Disusun berdasarkan bab-bab fiqih. 
  5. Thabaqaat asy-Syafi’iyyah, berisi biografi Imam Asy-Syafi’i. 
  6. Sirah Nabawiah, berisi sejarah Nabi Muhammad saw. Dan lain-lain. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar al-’Asqalani, Ibnu Katsir hilang penglihatan di akhir hayatnya dan wafat di Damaskus, Syam pada tahun 77 4 H/ 1373 M. 

Soal 17
Hadits-hadits yang memiliki derajat sahih terkumpul dalam karya kitab hadits sahih yang termasuk kedalam kutubusittah. Kitab hadits yang dimaksud adalah ....
a. Sahih Bukhari 
b. Sunan Ibnu Majah 
c. Sahih At-Tirmidzi 
d. Sunan An-Nasai 
Pembahasan: A
Para ulama yang mengembangkan ilmu hadits pada zaman Daulah Abbasiyah sangat banyak, yang paling menonjol diantara mereka ada enam. Mereka merupakan pakar hadits yang telah melakukan seleksi ketat terhadap hadits-hadits Nabi Muhammad Saw. tujuan dari penyelesian tersebut adalah untuk mengetahui sumber hukum yang benar. Karya-karya dari enam ulama hadits itu disebut dengan Kutubussittah. Para ulama hadits tersebut adalah : 
Imam Bukhori                       Sahih Bukhari
Imam Muslim                        Shahih Muslim
Imam Abu Daud                   As-Sunnan (Sunan Abu Dawud)                    
Imam At-Tirmidzi                 Sunan Turmudzi
Imam An-Nasa’i                   Sunan An-Nasa’i
Imam Ibnu Majah                 Kitab Sunan Ibnu Majah
Adapun kitab yang masuk pada derajat Shahih adalah Shahih Bukhari dan Muslim

Soal 18
Ada empat ulama yang memiliki otoritas menentukan hukum fiqih, salah satu ulama tersebut merupakan pelopor ilmu fiqih dan mengalami hidup masa tabiin. Ulama fiqih tersebut adalah .... 
a. Imam Abu Hanafi 
b. Imam Maliki 
c. Imam Syafii 
d. Imam Ibnu Hambali 
Pembahasan:
Nu’man bin Tsabit bin Zuta, dikenal sebagai Abu Ḥanifah, lahir di Kufah, Irak pada 80 H/699 M dan wafat di Baghdad, Irak, 150 H/768 M, sebagai pendiri Madzhab Hanafi. Secara keseluruhan, Abu Hanifah hidup selama 70 tahun dalam hitungan kalender Hijriyah. Dia hidup di masa transisi dua kekuatan besar dalam Dunia Islam, yakni dari Dinasti Umayyah menuju Dinasti Abbasiyah. Abu Hanifah hidup di masa pemerintahan Dinasti Umayyah, dan dia menyaksikan bagaimana dinasti ini mengalami kemunduran dan akhirnya jatuh. Ia juga hidup di era Abbasiyah, yakni di masa pemerintahan dua khalifah, Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah (berkuasa 132-136 H / 750-754 M), Khalifah Abbasiyah pertama; dan Abu Jafar Abdullah bin Muhammad Al Mansur (berkuasa 136-158 H / 754-775 M), Khalifah Abbasiyah kedua.
Abu Hanifah merupakan seorang Tabi’in, generasi setelah sahabat Nabi, karena pernah bertemu dengan sahabat Nabi, diantaranya bernama Anas bin Malik, dan meriwayatkan Hadist darinya.
 
Soal 19
Imam Syafii lahir di Gaza, Palestina. Seorang ulama cerdas, kereatif dan pembaharu dalam hukum-hukum Islam. Imam Syafii menggunakan lima dasar dalam penetapan hukum (Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas). Kelima dasar pengambilan hukum ini kemudian menjadi landsan dalam pengambilan hukum madzhab .... 
a. Madzhab Maliki 
b. Madzhab Hambali 
c. Madzhab Hanafi 
d. Madzhab Syafii 
Pembahasan: D
Madzhab Syafii 

Soal 20
Ilmu tafsir mengalami perkembangan sangat pesat, di masa Daulah Abbasiyah bermunculan karya-karya di bidang tafsir yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Pada masa Daulah Abbasiyah ada cara tradisional dalam menafsirkan AlQur’an, cara itu disebut .... 
a. Tafsir bil Ma’sur 
b. Tafsir bil Ra’yi 
c. Tafsir Tarjamah 
d. Tafsir Tematik
Pembahasan:A
Pada masa Daulah Abbasiyah, ilmu tafsir mengalami perkembangan sangat pesat, di masa Daulah Abbasiyah bermunculan karya-karya di bidang tafsir yang dapat dipelajari untuk generasi berikutnya. Pada masa itu metode tafsir mengacu pada dua cara : 
  • Cara tradisional atau Tafsir bil Ma’sur yaitu cara menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan fatwa para sahabat Nabi Saw. 
  • Cara Rasional atau Tafsir bir Ra’yi yaitu penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dengan rasio atau akal. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VIII Berdasarkan KMA Nomor 183 Tahun 2019"

Posting Komentar