Pembahasan Soal SKI Semester Genap Kelas IX BAB V WALI SONGO KMA 183 Tahun 2019 - Berbagi Ilmu

Berbagi Ilmu

Pembahasan Soal SKI Semester Genap Kelas IX BAB V WALI SONGO KMA 183 Tahun 2019


I. Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Penyeberan Islam di pulau Jawa tidak bisa lepas dari peran Wali Songo yang dengan penuh toleransi dan bijaksana dalam menyebarkan Islam kepada masyarakat Jawa. Tokoh Wali Songo yang kedatanganya dianggap sebagai awal masuknya Islam di Jawa adalah …. 
A. Maulana Malik Ibrahim 
B. Sunan Ampel 
C. Raden Makdum Ibrahim 
D. Sunan Gunung Jati 
Kunci dan Pembahasan: A
Sunan Gresik Beliau dikenal dengan panggilan Maulana Malik Ibrahim. Sunan Gresik dianggap sebagai ulama atau yang menyebarkan Islam pertama ke pulau Jawa sehingga dianggap sebagai wali senior di antara para wali lainnya. Maulana Malik Ibrahim meninggal pada 12 Rabi’ul Awal 882 Hijriyah atau 8 April 1419. Jenazah beliau dimakamkan di Gapura Wetan, Gresik.
 
2. Raden Rahmat adalah salah satu tokoh Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di pulau Jawa dan dianggap sebagai gurunya para Wali Songo. Beliau mulai berdakwah di …. 
A. Tuban 
B. Demak 
C. Ampel 
D. Gresik 
Kunci dan Pembahasan: C
Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Menurut riwayat, ia adalah putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbar dan seorang putri Champa yang bernama Dewi Condro Wulan Putri Raja Champa terakhir dari Dinasti Ming. Sunan Ampel dilahirkan di Aceh tahun 1401 M. Sunan Ampel adalah pendiri Pesantren Ampel Denta. Di antara murid-murid beliau adalah Raden Paku, Raden Fatah, Raden Makdum Ibrahim, Syarifuddin, serta Maulana Ishaq. Sunan Ampel termasuk perancang Kerajaan Islam Demak dengan ibu kota Bintoro. Beliau wafat di Surabaya pada tahun 1481 dan dimakamkan di Ampel. 

3. Perhatikan data berikut!










Sunan Giri memiliki banyak nama panggilan yang diberikan oleh masyarakat kepadanya. Dari data di atas yang termasuk nama panggilan Sunan Giri ditunjukkan pada nomor …. 
A. 1, 2, 5 
B. 1, 3, 5 
C. 2, 3, 4 
D. 3, 4, 5 
Kunci dan Pembahasan: B
Sunan Giri memiliki nama asli Raden Paku  atau Joko Samudro dan dikenal juga dengan nama Raden Ainul Yaqin. Beliau merupakan putra Maulana Ishaq. Beliau berdakwah di daerah Giri dan sekitarnya serta banyak mengirimkan para dai ke luar Jawa, seperti Madura, Bawean, Kangean, Ternate, dan Tidore. Sunan Giri adalah pencipta permainan anak bernuansa religius, seperti jelungan, gendi ferit, jor gula, cublak-cublak suweng, dan lir-ilir. Beliau wafat pada tahun 1506 dan dimakamkan di daerah Giri, Gresik

4. Untuk memajukan penyebaran Islam di Jawa, Madura, Lombok, Kalimantan dan sekitarnya, Sunan Giri mendirikan pemerintahan mandiri di Giri Kedaton yang terletak di daerah …. 
A. Gresik 
B. Lamongan
C. Ampel Denta. 
D. Kudus 
Kunci dan Pembahasan: A
Untuk memajukan penyebaran Islam di Jawa, Madura, Lombok, Kalimantan dan sekitarnya, Sunan Giri mendirikan pemerintahan mandiri di Giri Kedaton yang terletak di daerah Gresik

5. Sunan Bonang yang bernama asli Makdum Ibrahim berperan besar dalam berdirinya kesultanan Demak karena beliau yang mendidik Raden Fatah menjadi pemimpin yang shaleh. Setelah wafat, Sunan Bonang dimakamkan di daerah .... 
A. Demak 
B. Lamongan 
C. Gresik 
D. Tuban 
Kunci dan Pembahasan: D
Sunan Bonang lahir di Surabaya pada tahun 1465 dan wafat tahun 1525 di Tuban. Beliau dikenal dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Beliau merupakan putra dari Sunan Ampel sekaligus saudara sepupu dari Sunan Kalijaga. Sunan Bonang dianggap sebagai pencipta gending pertama. Beliau berdakwah di daerah Tuban dengan menggunakan media wayang dan gamelan sesuai dengan kegemaran orang Jawa. Beliau juga yang mendidik Raden Fatah hingga kelak menjadi raja Kerajaan Demak. Setelah wafat, Sunan Bonang dimakamkan di daerah Tuban

6. Para Wali Songo banyak yang berdakwah melalui kesenian karena seni merupakan salah satu metode dakwah Islam yang efektif di kalangan masyarakat. Bahkan pada saat ini masih banyak seni peninggalan para wali yang masih digemari oleh masyarakat termasuk karya seni yang dibuat oleh Sunan Bonang yaitu …. 
A. Cublak-cublak Suweng 
B. Wayang 
C. Tembang Lir-ilir 
D. Tembang Tombo Ati 
Kunci dan Pembahasan: B
Sunan Bonang berdakwah di daerah Tuban dengan menggunakan media wayang dan gamelan sesuai dengan kegemaran orang Jawa

7. Perjalanan hidup Sunan Kalijaga sebelum menjadi salah satu Wali Songo sempat pernah menjadi kepala para perampok yang sangat ditakuti, namun beliau juga senang membela rakyat kecil yang tertindas oleh orang-orang kaya. Sunan Kalijaga saat itu dikenal dengan nama …. 
A. Cakrabuana 
B. Lokajaya 
C. Pangeran Satmata 
D. Kebo Anabrang 
Kunci dan Pembahasan: 
Sunan Kalijaga Nama asli beliau adalah Raden Mas Syahid, putra dari Raden Sahur Tumenggung Wilwatikta yang menjadi Bupati Tuban. Adapun ibunya bernama Nawang Rum. Nama Kalijaga dalam satu versi berasal dari bahasa Arab dari kata “qadi zaka” (pemimpin yang menegakkan kebersihan dan kesucian). Namun, pendengaran orang Jawa adalah Kalijaga. Nama dan gelar Sunan Kalijaga antara lain Raden Mas Syahid (Raden Sahid), Lokajaya, Syekh Melaya, Raden Abdurrahman, Pangeran Tuban, Ki Dalang Sida Brangti, Ki Dalang Bengkok, Ki Dalang Kumendung, serta Ki Unehan. Nama-nama tersebut berkaitan erat dengan sejarah perjalanan hidupnya. 
Sunan Kalijaga aslinya bernama Raden Said. Putera Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilakita. Tumenggung Wilakita seringkali disebut Raden Sahur, walau dia termasuk keturunan Ranggawale yang beragama Hindu tapi Raden Sahur sendiri sudah masuk Islam.
Kisah yang menjadi legenda adalah saat Raden Said bertemu Sunan Bonang. Karena sesuatu peristiwa Raden Said diusir dari kadipaten. Ia pada akhirnya dia menetap dihutan Jatiwangi. Selama bertahun-tahun ia menjadi perampok budiman.
Mengapa disebut perampok budiman? Karena hasil rampokannya itu tak pernah dimakannya. Seperti dahulu, selalu diberikan kepada fakir miskin. Yang dirampok hanya para hartawan atau orang kaya kikir, tidak menyantuni rakyat jelata. Dan tidak mau membayar zakat.
Di Hutan Jatiwangi, sekarang di antara Kudus-Pati, dia membuang nama aslinya. Orang menyebutnya dengan Brandal Lokajaya

8. Dalam berdakwah Islam para Wali Songo banyak menggunakan pendekatan seni budaya yang banyak digemari oleh masyarakat pada saat itu, termasuk seni musik atau tembang. Berikut ini merupakan seni musik peninggalan Sunan Drajat yang berupa tembang yaitu …. 
A. Dandanggula 
B. Lir-ilir 
C. Pangkur 
D. Asmarandana 
Kunci dan Pembahasan: C
Seni dan budaya tertentu disesuaikan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini melalui proses asimilasi yang panjang sehingga melahirkan corak kesenian dan kebudayaan yang khas. Seni-budaya merupakan sarana komunikasi dan transformasi informasi kepada masyarakat sebagai sarana dakwah yang terbukti efektif. 
Sunan Bonang dianggap sebagai pencipta gending pertama. Ia berdakwah di daerah Tuban dengan menggunakan media wayang dan gamelan sesuai dengan kegemaran orang Jawa. Adapun Sunan Giri adalah pencipta permainan anak bernuansa religius, seperti jelungan, gending, jor gula, cublak-cublak suweng, serta lir-ilir. Sunan Drajat adalah pencipta tembang Jawa, yaitu Pangkur. Sementara itu, Sunan Kudus adalah pencipta gending Maskumambang dan Mijil. Kemudian, Sunan Muria sangat piawai menciptakan berbagai tembang cilik jenis Sinom dan Kinanthi yang berisi nasihat dan ajaran ketuhanan. Ia juga pandai menjadi dalang sebagaimana ayahnya (Sunan Kalijaga). Sunan Kalijaga dianggap sangat berjasa dalam mengembangkan seni wayang purwa atau wayang kulit serta gamelan yang dimanfaatkan sebagai media dakwah Islam. Di samping itu, beliau juga mengembangkan seni suara, ukir, busana, pahat dan kesusastraan.

9. Waliyul ‘Ilmi adalah julukan yang diberikan kepada Sunan Kudus karena keluasan pengetahuan ilmu agamanya dan menjadi penasihat penguasa Kerajaan Demak. Sunan Kudus bernama asli …
A. Syarif Hidayatulloh
B. Ja’far Shadiq 
C. Sayid Abdurrahman 
D. Raden Kosim 
Kunci dan Pembahasan: B
Sunan Kudus adalah putra Sunan Ngudung. Nama aslinya adalah Ja’far Shadiq dan masih memiliki hubungan kekerabatan (silsilah) dengan Nabi Muhammad Saw. Sunan Kudus berdakwah di daerah Kudus dan sekitarnya. Beliau termasuk ulama yang menguasai banyak disiplin ilmu, seperti fiqh, ushul fiqh, tauhid, hadits, tafsir, dan logika. Oleh karena itu, beliau mendapat gelar “Waliyyul ‘Ilmi” (orang yang kuat ilmunya).

10. Tokoh Wali Songo yang ditugaskan untuk berdakwah di wilayah Cirebon dan sekitarnya adalah …. 
A. Sunan Muria 
B. Sunan Maulana Malik Ibrahim 
C. Sunan Kalijaga
D. Sunan Gunung Jati 
Kunci dan Pembahasan: D
Nama asli beliau adalah Raden Syarif Hidayatullah. Beliau lahir di Mekah pada tahun 1448. Beliau merupakan cucu Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran. Area dakwah beliau meliputi daerah Cirebon, Majalengka, Kuningan, Kawali, Sunda Kelapa, serta Banten.
 
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar! 

1. Tuliskan 4 nama atau gelar Sunan Kalijaga! 
Pembahasan: 
Nama dan gelar Sunan Kalijaga antara lain Raden Mas Syahid (Raden Sahid), Lokajaya, Syekh Melaya, Raden Abdurrahman, Pangeran Tuban, Ki Dalang Sida Brangti, Ki Dalang Bengkok, Ki Dalang Kumendung, serta Ki Unehan. 

2. Salah satu strategi dakwah Walisanga adalah wayang kulit yang merupakan media pertunjukan. Seni wayang kulit sebagai sarana menyampaikan informasi sarat akan nilai-nilai ajaran Islam. Bagaimana sikap kalian dalam memanfaatkan media sosial saat ini? 
Pembahasan: 
Meneladani strategi dakwah Wali sanga maka sikap kita adalah dengan memanfaatkan media sosial untuk berdakwah. 

3. Carilah keterkaitan media dakwah para Walisanga dengan konteks dakwah sekarang! 
Pembahasan: 
Bahwa strategi dakwah kita sekarang harus mengikuti perkemabngan zaman dan apa yang masyarakat sukai sekarang. Jadi kita bisa berdakwah dengan media apa saja bisa dengan media sosial, youTube, facebook, twitter, Instagram dll

4. Petuah yang begitu sederhana dan mengena untuk masyarakat yaitu mo limo dari Sunan Ampel. Bagaimana cara kita menerapkan petuah tersebut dalam pergaulan saat ini di masyarakat? 
Pembahasan: 
Mo Limo artinya menjauhi 5 perkara yaitu: Madon, Mendem, Maling, Main, Madat (main perempuan, mabuk, mencuri, judi, narkoba). 
Maka cara kita menerapkan petuah tersebut dalam pergaulan saat ini di masyarakat adalah dengan
1. Tidak melakukan pergaulan bebas dengan lawan jenis
2. Menjauhi minuman keras
3. Tidak mencuri dan melakukan perbuatan lainnya seperti korupsi, menipu orang lain
4. Tidak melakukan perjudian apapun jenisnya
5. Menjauhi Narkoba

5. Untuk mengenang peranan Walisanga dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia, apa wujud apresiasi kalian terhadap jasa-jasa mereka?
Pembahasan: 
Meneladani wali sanga dalam setiap sendi kehidupan. keteladan dalam kesabaran, keikhlasan, dakwah, keteguhan, berani, dermawan


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan Soal SKI Semester Genap Kelas IX BAB V WALI SONGO KMA 183 Tahun 2019"

Posting Komentar