Pembahasan Soal SKI Semester Genap Kelas VIII Kemajuan Peradaban Islam Masa Daulah Ayyubiyah KMA 183 Tahun 2019 - Berbagi Ilmu

Berbagi Ilmu

Pembahasan Soal SKI Semester Genap Kelas VIII Kemajuan Peradaban Islam Masa Daulah Ayyubiyah KMA 183 Tahun 2019

 


Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar 
1. Sikap keperwiraan yang patut diteladani dari sosok pendiri Daulah Ayyubiyah adalah sikap toleransi dengan pemeluk agama lain, saat Sultan Salahuddin Al-Ayyubi berhasil menguasai Baitul Maqdis. Wujud tolerasi itu adalah.... 
a. haus, rakus terhadap harta dan ingin menguasai penuh Baitul Maqdis 
b. melarang dan mengusir orang Kristen mengunjungi Baitul Maqdis 
c. merampas hak-hak umat beragama lainnya termasuk umat Islam 
d. mengizinkan umat Kristiani berziarah ke Baitul Maqdis 
Kunci dan Pembahasan: D
Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi, dikenal sebagai perwira yang memiliki kecerdasan tinggi dalam bidang militer. Pada masa pemerintahannya kekuatan militernya terkenal sangat tangguh, diperkuat oleh pasukan Barbar Turki, dan Afrika. Ia membangun tembok kota di Kairo dan bukit muqattam sebagai benteng pertahanan. Salah satu karya monumental yang disumbangkannya selama beliau menjabat sebagai Sultan adalah bangunan sebuah benteng pertahanan yang diberi nama Qal’atul Jabal yang dibangun di Kairo pada tahun 1183 M. Kehidupan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi penuh dengan perjuangan dalam rangka menunaikan tugas negara dan agama. Perang yang dilakukannya dalam rangka membela negara dan agama. Shalahuddin seorang kesatria dan memiliki toleransi yang tinggi
1. Ketika menguasai Iskandariyah, tetap mengunjungi orang-orang Kristen 
2. Ketika perdamaian tercapai dengan tentara salib, ia mengijinkan orang-orang kristen berziarah ke Baitul Makdis

2. Karir politik Salahuddin Al-Ayyubi diawali saat dirinya diminta untuk membantu Khalifah Al-Adid di Mesir melawan pasukan salib. Setelah sukses menang atas pasukan salib, sebagai imbalannya khalifah Al-Adid memberikan jabatan penting. Jabatan apakah yang diberikan kepada Salahuddin Al-Ayyubi.... 
a. perdana menteri 
b. panglima perang 
c. hakim agung 
d. pembantu khalifah 
Kunci dan Pembahasan: A
Daulah Fathimiyah saat dipimpin oleh khalifah terakhinya bernama Khalifah Al-Adid Billah (1160-1171 M) mengalami kemunduran dan kondisi pemerintahan yang lemah. Selain karena musim peceklik, adanya penyerbuan tentara salib ke Mesir, dan konflik internal pemerintahan Daulah Fathimiyah. Dalam kondisi Mesir seperti itu, seorang panglima bernama Assaduddin Syirkuh bersama saudaranya Shalahuddin Al-Ayyubi ditugaskan oleh gubernur Syiria, Nuruddin Zangi untuk datang ke Mesir dengan tujuan mengusir tentara salib sekaligus menguasai Mesir. 
Rupanya proses ini tidak berjalan mulus, seorang perdana menteri Daulah Fathimiyah bernama Syawwar, telah melakukan persengkongkolan dengan tentara salib. Akhirnya, panglima Assaduddin Syirkuh dan Shalahuddin AlAyyubi menagkap perdana menteri Syawwar. Kemudian, kedudukan Syawwar digantikan oleh Assaduddin Syirkuh yang kemudian wafat setelah menjabat sebagai perdana menteri selama dua bulan. Salahuddin Al-Ayyubi akhirnya didapuk menjadi perdana menteri menggatikan Assaduddin Syirkuh. 
Saat Khalifah Al-Adid Billah sakit, kedudukan Salahuddin Al-Ayyubi semakin kuat. Shalahuddin Al-Ayyubi mendapat dukungan penuh dari rakyat Mesir, apalagi Shalahuddin Al-Ayyubi dan rakyat Mesir sama-sama memiliki faham Islam Sunni. Bertepatan dengan wafatnya Khalifah Al-Adid Billah pada 10 Muharram 1171 M, Salahuddin Al-Ayyubi memproklamirkan berdirinya Daulah Ayyubiyah dan berkahirnya pemerintahan Daulah Fathimiyah.

3. Salahuddin Al-Ayyubi lahir di Tikrit, Irak pada tahun 1138 M. Selain mendapat pendidikan agama dari ayahnya, Salahuddin juga menerima pendidikan keterampilan militer. Saat ia berkuasa dan mendirikan dinasti, ia menggunakan nama Al-Ayyubi yang diisibatkan pada.... 
a. Ayahnya 
b. Ibunya 
c. Kakeknya 
d. Pamannya 
Kunci dan Pembahasan: C
Daulah Ayyubiyah adalah sebuah dinasti sunni yang berkuasa di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekah, Hejaz dan Dyarbakir. Dinasti Ayyubiyah didirikan oleh Shalahuddīn al-Ayyubi. Penamaan al-Ayyubiyah dinisbatkan kepada nama belakangnya Al-Ayyubi, diambil dari nama kakeknya yang bernama Ayyub. Nama besar dinasti ini diperoleh sejak Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi berhasil mendirikan kesultanan yang bermazhab Sunni, menggantikan kesultanan Fathimiyah yang bermazhab Syi’ah. 

4. Berdirinya daulah Ayyubiyah mendapat dukungan penuh dari daulah Abbasiyah di Baghdad, Irak. Selain sama-sama memiliki faham Islam Sunni, sebagai bentuk terima kasih kepada khalifah Al-Mustadhi, Sultan Salahuddin Al-Ayyubi membuat peraturan yang memerintahkan untuk.... 
a. mendoakan khalifah Abbasiyah pada setiap khutbah Jum’at 
b. mencacimaki khalifah Abbasiyah pada setiap khutbah Jum’at 
c. mendoakan khalifah Fathimiyah pada setiap khutbah Jum’at 
d. mendoakan sultan Ayyubiyah pada setiap khutbah Jum’at 
Kunci dan Pembahasan: A
Berdirinya daulah Ayyubiyah mendapat dukungan penuh dari daulah Abbasiyah di Baghdad, Irak yang dipimpin khalifah Al-Mustadhi. Salah satu alasannya karena sama-sama memiliki faham Islam Sunni. Salahuddin Yusuf al Ayyubi menghapus sebuah tradisi yang mendoakan khalifah Fathimiyah dalam setiap khutbah Jum'at dan Beliau menggantinya dengan mendoakan Dinasti Abbasiyah yaitu Al Mustadhi 

5. Sebagai negara maju, daulah Ayyubiyah mengembangkan sektor industri. Terdapat pabrik gelas, karpet, dan logam berhasil didirikan oleh pemerintah daulah Ayyubiyah. Tak heran sebuah benteng besar yang dibangun tahun 1183 M oleh daulah Ayyubiyah masih berdiri hingga kini, benteng itu adalah.... 
a. Kisrah Ad-Dzahabi 
b. Qal’atul Jabal 
c. Masjid Ali Pasha 
d. Pyramida 
Kunci dan Pembahasan: B
Pada masa pemerintahan Shalahuddin, kekuatan militernya terkenal sangat tangguh. Pasukannya diperkuat oleh pasukan Barbar, Turki dan Afrika. Selain juga memiliki alat-alat perang, pasukan berkuda, pedang dan panah dinasti ini juga memiliki burung elang sebagai kepala burung-burung dalam peperangan. 
Shalahuddin juga membuat bangunan monumental berupa tembok kota di Kairo dan Muqattam yaitu benteng Qal’al Jabal atau lebih dikenal dengan sebutan benteng Shalahuddin Al-Ayyubi, yang sampai hari ini masih berdiri dengan megahnya. Benteng ini terletak bersebelahan Bukit Muqattam dan berhampiran dengan Medan Sayyidah Aisyah. 
Ide membuat benteng ini hasil pemikirannya sendiri yang direalisasikan pada tahun 1183M. Shalahuddin melihat bahwa Kota Kaherah begitu luas dan besar, dan membutuhkan sistem pertahanan benteng yang kokoh sebagaimana di Halab dan Syria. 
Shalahuddin al-Ayubi memerintahkan agar bahan batu yang digunakan untuk membangun pondasi benteng tersebut diambil dari batu-batu yang terdapat di Piramid di Giza. Benteng ini dikelilingi pagar yang tinggi dan kokoh. Untuk memasuki benteng, terdapat beberapa pintu utama diantaranya pintu Fath, pintu Nasr, pintu Khalk dan pintu Luq. Kemudian terdapat saluan air berasal dari sungai Nil, yang pada masa itu menjadi bekal minum para tentara. 
Pada zaman kerajaan Usmaniyyah benteng ini mengalami perluasan. Di bahagian utara benteng terletak Masjid Mohammad Ali Pasha yang terbuat dari marmer dan granit. 
Terdapat juga di dalam kawasan benteng ini Muzium Polis, Qasrul Jawhara (Muzium Permata) yang menyimpan perhiasan raja-raja Mesir. Terdapat juga Mathaf al-Fan al-Islami (Muzium Kesenian Islam) yang terletak di bab (pintu) Khalk yang menyimpan ribuan barang yang melambangkan kesenian Islam semenjak zaman Nabi Muhammad Saw, termasuk diantaranya surat Rasulullah Saw untuk penguasa Mesir saat itu bernama Maqauqis, agar beriman kepada Allah Swt

6. Membangun madrasah, mendirikan rumah sakit dan sekolah kedokteran merupakan prioritas utama yang dibangun dan dikembangan oleh daulah Ayyubiyah dalam bidang.... 
a. pendidikan 
b. hukum 
c. militer 
d. industri 
Kunci dan Pembahasan: A
Pemerintahan Daulah Ayyubiyah telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan. Damaskus, ibu kota Suriah, masih menyimpan bukti yang menunjukkan jejak arsitektur dan pendidikan yang dikembangkan para penguasa Daulah Ayyubiyah tersebut. Mereka tidak hanya merenovasi dinding-dinding pertahanan kota, menambahkan beberapa pintu gerbang dan menara, serta membangun gedung-gedung pemerintahan yang masih bisa digunakan hingga kini, tetapi juga mendirikan madrasah sebagai sekolah pertama di Damaskus yang difokuskan untuk pengembangan ilmu hadist. Madrasah ini terus berkembang dan menyebar ke seluruh pelosok Suriah. 
Madrasah yang dibangun merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masjid atau sebagai sekolah masjid. Lembaga pendidikan ini secara formal menerima muridmurid dan mengikuti model madrasah yang dikembangkan pada masa Nizhamiyah. Madrasah yang didirikan Nuruddin di Aleppo (Halb), Emessa, Hamah dan Ba’labak mengikuti madzhab Syafi’i. 
Pembangunan dan pengadaan fasilitas kesehatan untuk rakyat berupa Rumah sakit terus menerus mengalami pembenahan. Rumah Sakit Al-Nuri ini, menjadi rumah sakit kedua di Damaskus setelah rumah sakit al-walid dan ditambah fungsinya tidak hanya sebagai tempat pengobatan, juga sebagai sekolah kedokteran. 
Pada bangunan monumen-monumen, penguasa Daulah Ayyubiyah menorehkan seni menulis indah. Prasasti-prasasti yang ditulisnya menjadi daya tarik para ahli paleografi (ilmu tulisan kuno) Arab. Sejak saat itu diperkirakan seni kaligrafi (khat) Arab gaya Kufi muncul dan berkembang. Kaligrafi gaya Kufi kemudian diperbaharui dan melahirkan gaya kaligrafi Naskhi. 
Salah satu prasasti yang sampai saat ini masih bisa dilihat dan dibaca terdapat di menara benteng Aleppo. Disebutkan dalam catatan orang Suriah dan Hittiyah, benteng pertahanan tersebut merupakan mahakarya arsitektural Arab kuno dan terus ada berkat jasa pemeliharaan dan renovasi. 
Pengembangan masjid sebagai lembaga pendidikan atau sekolah masjid, juga sebagai mausoleum menunjukkan pada masa Daulah Ayyubiyah terbangun konsep multifungsi yang berhubungan dengan masjid di Suriah. Bahkan pada pemerintahan selanjutnya, setelah Daulah Ayyubiah, yaitu masa pemerintahan Daulah Mamluk, melahirkan satu tradisi baru, yaitu menguburkan para pendiri sekolah masjid di bawah kubah bangunan yang mereka dirikan

7. Masjid Al-Azhar yang dibangun pada masa pemerintahan daulah Fatimiyah pada mulanya menjadi pusat penyebaran faham syiah. Setelah daulah Ayyubiyah berdiri Masjid Al-Azhar difungsikan sebagai…. 
a. penyebaran faham Sunni 
b. penyebaran faham sesat 
c. penyebaran faham mu’tazilah 
d. penyebaran faham wahabi 
Kunci dan Pembahasan: A
Masjid Al-Azhar yang dibangun pada masa pemerintahan daulah Fatimiyah pada mulanya menjadi pusat penyebaran faham syiah. Setelah daulah Ayyubiyah berdiri Masjid Al-Azhar difungsikan sebagai penyebaran faham Sunni.

8. Peradaban dan kemajuan sebuah bangsa dapat terwujud jika perdamaian terwujud dalam sebuah wilayah Negara. Prinsip ini dipegang betul oleh Sultan Al-Kamil Muhammad dari daulah Ayyubiyah, cara tepat yang dilakukannya saat itu kepada pasukan salib yang ingin menguasi Jerussalem melakukan perjanjian damai dengan imbalan…. 
a. berperang hingga titik darah penghabisan 
b. menjadikan Jerussalem wilayah umat Islam 
c. melarang umat Nasrani dan Yahudi masuk Jerussalem 
d. menyerahkan Jerussalem kepada pasukan salib 
Kunci dan Pembahasan: D
Nama lengkap Al-Kamil, adalah Al-Malik Al-Kamil Nasruddin Abu AlMaali Muhammad. Al-Kamil adalah putra dari Al-Adil. Pada tahun 1218 Al-Kamil memimpin pertahanan menghadapi pasukan salib yang mengepung kota Dimyat (Damietta) dan kemudian menjadi Sultan setelah ayahnya wafat. Pada tahun 1219, hampir kehilangan tahta karena konspirasi kaum Kristen koptik. Al-Kamil kemudian pergi ke Yaman untuk menghindari konspirasi itu, dan konspirasi itu berhasil dipadamkan oleh saudaranya bernama Al-Mu’azzam yang menjabat sebagai Gubernur Suriah. 
Pada bulan Februari tahun 1229 M, Al-Kamil menyepakati perdamaian selama 10 tahun dengan Frederick II, yang berisi antara lain: 
1. Ia mengembalikan Yerusalem dan kota-kota suci lainnya kepada pasukan salib 
2. Kaum muslimin dan Yahudi dilarang memasuki kota itu kecuali di sekitar Masjidil Aqsa dan Majid Umar. 

9. Sarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah As-Shanhaji Al-Bushiri sastrawan dan sosok ulama yang hafal dan faham tiap detil ayat-ayat Al-Qur’an. Karya besarnya yang hingga kini masih sering ditampilkan pada acara maulid Nabi Muhammad Saw adalah…. 
a. Al-Barzanji 
b. Ad-Dibai 
c. Dhiya Al-Lami 
d. Qasidah Burdah 
Kunci dan Pembahasan: D
Nama lengkapnya Sarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah as Shanhaji al Bushiri, lahir pada tahun 1212 M di Maroko. Al-Bushiri seorang sufi besar, pengikut Thariqat Syadziliyah, dan menjadi salah satu murid Sulthonul Auliya Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily, r.a. Gurunya yang lain beberapa ulama tasawuf seperti Abu Hayyan, Abu Fath bin Ya’mari dan Al ‘Iz bin Jama’ah al Kanani Al Hamawi. 
Sejak masa kanak-kanak, dididik olek ayahnya sendiri dalam mempelajati AlQur’an untuk memperdalam ilmu agama dan kesusastraan Arab. Al-Bushiri dikenal sebagai orang yang wara’ (takut dosa). Pernah suatu ketika ia akan diangkat menjadi pegawai pemerintahan kerajaan Mesir, akan tetapi melihat perilaku pegawai kerajaan membuatnya menolak. 
Al-Bushiri lebih menonjol dalam bidang sasra dengan hasil karyanya yang terkenal yaitu Kasidah Burdah yang diciptakannya pada abad 7 Hijrah dan dibaca dalam berbagai acara. Kasidah Burdah adalah mutiara syair kecintaan kepada Rasulullah. Puisi Pujian Al-Bushiri kepada Nabi tidak terbatas pada sifat dan kualitas pribadi Nabi, tetapi mengungkap kelebihan Nabi yang utama yaitu mukjizat Al-Quran. 
Beberapa ulama sufi yang menjadi guru Al-Bushiri, diantaranya, terutama pada bidang Imam Abu Hayyan, Abul Fath bin Sayyidunnas Al-Ya’mari Al Asybali Al Misri pengarang kitab ‘Uyunul Atsar fi Sirah Sayyidil Basyar, Al ‘Iz bin Jama’ah Al Kanani Al Hamawi salah seorang hakim di Mesir, dan masih banyak lagi kalangan ulama besar Mesir yang memberikan ilmu pengetahuannya kepada Al-Bushiri. Al Bushiri sebenamya tak hanya, terkenal dengan karya Burdahnya saja. la juga dikenal sebagai seorang ahli fikih, ilmu kalam dan ahli tasawuf. 

10. Sosok ulama masa daulah Ayyubiyah yang alim sekaligus pemikir, yang memiliki konsep teosufi iluminasi dan ishraqiyyah. Tetapi dihukum mati oleh pangeran AzZahir dari daulah Ayyubiyah karena difitnah oleh sebagian orang menyebarkan aqidah Islam yang sesat adalah…. 
a. As-Suhrawardi Al-Maqtul 
b. Abu Abdillah Al-Bushiri 
c. Abdul Latif Al-Baghdadi 
d. Abu Abdullah Al-Qudhoi 
Kunci dan Pembahasan: A
Nama lengkapnya Abu Al-Futuh Yahya bin Habash bin Amirak Shihab al-Din as-Suhrawardi al-Kurdi, lahir pada tahun 549 H/ 1153 M di Suhraward, sebuah kampung di kawasan Jibal, Iran Barat Laut dekat Zanjan. Ia memiliki banyak gelar diantaranya, Shaikh al-Ishraq, Master of Illuminationist, al-Hakim, ash-Shahid, the Martyr, dan al-Maqtul. 
Suhrawardi melakukan banyak perjalanan untuk menuntut ilmu. Ia pergi ke Maragha, di kawasan Azerbaijan. Di kota ini, Suhrawardi belajar filsafat, hukum dan teologi kepada Majd Al-Din Al-Jili. Juga memperdalam filsafat kepada Fakhr alDin al-Mardini. Selanjutnya ke Isfahan, Iran Tengah dan belajar logika kepada Zahir Al-Din Al-Qari. Juga mempelajari logika dari buku al-Basa’ir al-Nasiriyyah karya Umar ibn Sahlan Al-Sawi. Dari Isfahan dilanjutkan ke Anatolia Tenggara dan diterima dengan baik oleh pangeran Bani Saljuq. Setelah itu pengembaraan Suhrawardi berlanjut ke Persia, pusat lahirnya tokoh-tokoh sufi. Di sini Suhrawardi tertarik seorang sufi sekaligus filosof. 
As-Suhrawardi mendapatkan gelar “Al-Maqtul” yang artinya terbunuh, karena mendapatkan fitnah dari sebagian orang yang menuduhnya telah mengajarkan aqidah yang sesat dan akhirnya dihukum mati oleh pengeran Az-Zahir, putra Sultan Salahuddin Al-Ayyubi atas desakan dari beberapa pihak.
 
11. Hingga kini kota Aleppo di Syuriah masih dilanda perang saudara, kota yang pernah menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan masa daulah Ayyubiyah dan menjadi tempat migrasinya ahli sejarah yang masyhur. Tokoh ilmuan yang dimaksud adalah.... 
a. Ibnu Al-Adhim 
b. Al Qudhai 
c. Ibnu Batutah 
d. Al-Manfaluthi 
Kunci dan Pembahasan: A
Kamaluddin Abu al Qosim Umar bin Ahmad bin Haibatullah bin Abi Jaradah Al Aqil, berasal dari bani Jaradah yang bermigrasi dari Bashrah ke Allepo karena wabah penyakit. Al-Adhim lahir di Allepo, ayahnya menjadi Qadhi Madzhab Hanafi di kota itu. Sejak tahun 616H/1219M, mulai mengajar di Allepo, setelah mendalami berbagai pengetahuan di Allepo, Baitul Maqdis, Damaskus, Hijaz dan Irak. 
Kemudian menjadi Qadhi di Allepo pada zaman Amir Al- Aziz dan Al-Nashir dari dinasti Ayubiyah di Allepo, dan menjadi dubes kedua penguasa ini di Baghdad dan Kairo. 
Karya-karya Al-Adhim diantaranya, Zubdah al hallab min tarikh Hallaba, Bughyah at Thalib fi Tharikh Halaba, tentang sejarah Allepo / Halaba yang disusun secara alfabetik terdiri dari 40 juz atau 10 jilid. 
Al-Adhim, melarikan diri ke Kairo hingga wafat, ketika tentara Mongol menguasai halaba/ Allepo pada tahun 658 H / 1160 M.

12. Dalam rangka membentengi aqidah umat Islam dari gejolak perang salib, Salahuddin Al-Ayyubi senantiasa menanamkan aqidah Islam di madrasah-madrasah yang dibangunnya. Jika mencontoh prilaku Salahuddin Al-Ayyubi, langkah yang tepat untuk membentengi aqidah umat Islam di masa sekarang adalah.... 
a. memilih guru agama yang tepat, membangun ekonomi umat, dan berkarya 
b. bertekad kuat menyebarkan Islam dimanapun dan dalam kondisi apapun 
c. menghidupkan masjid dengan mengajak umat Islam menunaikan jama’ah 
d. menguasai pasar-pasar tradisional sebagai basis perekonomian umat Islam
Kunci dan Pembahasan: C
Dalam rangka membentengi aqidah umat Islam dari gejolak perang salib, Salahuddin Al-Ayyubi senantiasa menanamkan aqidah Islam di madrasah-madrasah yang dibangunnya. Jika mencontoh prilaku Salahuddin Al-Ayyubi, langkah yang tepat untuk membentengi aqidah umat Islam di masa sekarang adalah dengan menghidupkan masjid dengan berbagai kegiatan Taklim dan mengajak umat Islam menunaikan shalat berjama’ah 

Essai
1. Sudahkah kita memahami nilai-nilai  dari proses berdirinya Daulah Ayyubiyah untuk dimanfaatkan dalam kehidupan masa kini dan masa yang akan datang? 
Pembahasan:
Harus dengan cara:
  1. Meyakini bahwa kemajuan Daulah Ayyubiah merupakan perjuangan para pemimpin Daulah Ayyubiyah. 
  2. Meyakini bahwa dengan mengambil nilai-nilai keteladanan dari para pemimpin Daulah Ayyubiah akan bermanfaat untuk kehidupan kini dan masa yang akan datang. 
  3. Meyakini bahwa Shalahuddin Al-Ayyubi adalah panglima yang gagah berani dan kesatria. 
  4. Meyakini bahwa sikap toleransi yang ditunjukkan Shalahuddin terhadap agama lain, sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam. 
  5. Meyakini bahwa Shalahuddin Al-Ayyubi sangat zuhud dan dermawan. 
2. Bisakah kita meniru motivasi Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam mendirikan Daulah Ayyubiyah? 
Pembahasan:
Bisa dengan cara:
Di Rumah: Kasih sayang, baik hati, sederhana 
Di Madrasah: Berani, percaya diri, giat belajar 
Di Organisasi Madrasah: Penuh semangat, kreatif dan toleran 
Di lingkungan bermain: Tenggang rasa, dermawan, kerjasama, dan saling membantu 
Untuk Negara: Setia pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 45, dan NKRI 
Untuk Agama: Menjalankan perintah agama, menjauhi larangan agama

3. Sudahkah kita dapat mewujudkan semangat tokoh dalam sejarah pemerintahan Islam? 
Pembahasan:
Harus dengan cara menumbuhkan sikap berani dalam kebenaran, percaya diri, giat belajar, semangat, kreatif dan toleran dengan orang yang berbeda pandangan dengan kita.

4. Sebagai anak millenial, sudahkan kita menjadi bagian dari orang-orang yang mengambil pelajaran dari Daulah Fathimiyah dan Daulah Ayyubiyah? 
Pembahasan:
Harus
5. Berikan contoh cara menyebarkan informasi positif yang bermanfaat untuk generasi bangsa melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain! 
Pembahasan:
Menggunakan media sosial sebagai media untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat misalnya tentang keilmuan, seruan berbuat baik, seruan untuk belajar, seruan menyebarkan pesan damai.

6. Sebagai seorang pelajar, adakah cara yang tepat untuk menangkal berita HOAX dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
Pembahasan:
1. Saring setiap informasi yang kita dapatkan
2. Tabayyun dengan mencari kebenaran informasi
3. Jika informasi benar silakan disebar jika bermanfaat jika tidak jangan disebar'
4. Jika informasi salah jangan disebar dan kita harus berani meluruskan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan Soal SKI Semester Genap Kelas VIII Kemajuan Peradaban Islam Masa Daulah Ayyubiyah KMA 183 Tahun 2019"

Posting Komentar