Berbagi Ilmu

Tebarkan Ilmu Walau Satu Kata
Jadilah Orang yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

ORANG BAIK JANGAN BILANG ANJING


mah aya anjing dina TV” teriak seorang anak kecil sambil menunjuk ke arah Televisi. “sssssstttt, gogog kituh sanes anjing” timpal ibunya dengan suara rendah sambil menoleh ke kiri dan ke kanan takut ada tetangga atau orang lain mendengar perkataan anaknya.
Anda mungkin sering mendengar atau mengalami peristiwa yang sama atau hampir serupa dengan peristiwa yang dialami anak tersebut di atas. Menyebutkan kata “anjing” merupakan hal yang tabu dan dianggap tidak sopan di hampir seluruh tataran sunda. Walaupun tidak ada yang salah dengan perkataan anak tersebut. Menggunakan kata “anjing” untuk menyebut binatang berkaki empat yang suka menyalak atau menggonggong merupakan hal yang tepat. Sementara kata “gogog” lebih tepat digunakan untuk menunjukkan suara anjing menggonggong.
Tapi karena kata “anjing” biasa digunakan untuk mengungkapakan kekesalan, kemarahan atau merendahkan orang lain, mengucapkan kata “anjing” terkesan kasar dan tidak pantas diucapkan. Coba lirik beberapa teman di sekitar kita. Kesal sedikit, teriak “anjing”. Marah besar, mengumpat “anjing”. Bahkan sedang bercanda dengan temannya pun, tak jarang terselip kata “anjing”.
Cerita lucu dan konyol pernah saya alami. Beberapa teman saya pernah bertaruh hanya agar saya mengucapkan kata “anjing”. Bagi saya yang Alhamdulliah dan mudah-mudahan istiqomah berkopiah, walaupun bukan identitas keshalehan seseorang. Mengucapkan kata “anjing” merupakan peristiwa aneh, ganjil, bahkan mungkin “haram” dilakukan.
Ceritanya bermula dari candaan seorang teman sebut saja A kepada teman saya yang lain B. Teman saya A menjanjikan akan memberikan modal uang besar kepada B asalkan si B dapat membujuk saya untuk mengucapkan kata “anjing”. Singkat cerita, karena kahabisan akal si B ini menjebak saya dengan sebuah pertanyaan. “Pak Amir, ari bahasa sundana dog teh naon? Tanpa pikir panjang saya pun mengucapkan kata “anjing” dengan suara agak lantang. Mendengar itu sontak semua yang ada di ruangan menatap saya dengan wajah heran dan tidak percaya. Sejurus kemudian pecahlah suara ketawa si A dan B dengan wajah puas dan senang penuh kemenangan mereka berhasil menjebak saya.
Lha, apa yang salah dengan perkataan saya? Apa yang salah dengan “anjing”. Balita yang baik tak boleh bilang anjing, anak SD, SMP, SMA dan dewasa yang baik pun tak boleh bilang anjing. Tidak ada yang salah sebenarnya dengan “anjing”. Orang baik tidak harus menghindari “anjing”. Orang baik justru tahu bagaimana memperlakukan “anjing” dengan baik. Orang baik bukanlah orang yang tak kenal “anjing”





Subscribe to receive free email updates:

1 Response to " ORANG BAIK JANGAN BILANG ANJING"