Berbagi Ilmu

Tebarkan Ilmu Walau Satu Kata
Jadilah Orang yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Nonton Sambil Menghafal Al-Quran? Kenapa Tidak? Gratis! Klik Gambarnya dan buktikan!

Soal dan Pembahasan Materi Pedagogik Mata Pelajaran IPA Persiapan AKG

 


Soal 1. 
Terdapat Kompetensi Dasar (KD): menjelaskan keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta berbagai pemanfaatannya dalam teknologi yang terilhami oleh struktur tersebut. Manakah di antara pilihan berikut ini merupakan yang pernyataan benar tentang teknologi dan struktur tumbuhan yang mengilhaminya? 
A. Velcro atau perekat terinspirasi oleh getah batang 
B. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Abengoa terinspirasi dari struktur bunga ros 
C. Charger tenaga surya Electree terinspirasi dari osmosis daun 
D. Teater Esplanade yang terinspirasi dari bentuk buah rambutan 
E. Kota mengambang Lilypad Ecopolis terinsipirasi dari struktur daun teratai 

Soal 2. 
Terdapat KD: Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku) Dalam kehidupan sehari-hari banyak cara untuk mengukur panjang suatu benda, seperti menggunakan ukuran langkah, depa, dan meter. Di antara pilihan berikut yang merupakan indikator pencapaian kompetensi berpikir tingkat tinggi adalah ... 
A. Menganalisis kesalahan yang mungkin terjadi dari hasil pengukuran panjang 
B. Menjelaskan perbedaan ketepatan mengukur panjang suatu benda dengan alat ukur standar dan alat 
    ukur tidak standar 
C. Menjelaskan pentingnya menggunakan alat ukur standar dalam pengukuran 
D. Menjabarkan cara menggunakan penggaris untuk mengukur panjang benda 
E. Menyebutkan jenis-jenis alat ukur standar, besaran, dan satuan panjang 
Kunci Jawaban Soal 1: E 
Pembahasan 
Menurut ramalan GIEC (Intergovernmental group on the evolution of the climate), kenaikan permukaan laut akan mencapai 20 hingga 90 cm selama abad ke-21. Setiap kenaikan suhu 1°C akan mengakibatkan air naik 1 meter. Kenaikan air ini akan mempengaruhi 0.05% di Uruguay, 1% di Mesir, 6% di Belanda, 17.5% di Bangladesh dan lebih dari 80% di daerah atoll Majuro di Marshall dan pulau-pulau Kiribati hingga pulau-pulau di Maldives. 
Lilypad kota yang akrab dengan lingkungan dapat mengapung dari dari Monaco di Eropa hingga ke daerah bagian Atol Polenesia. Desain yang sangat modern dalam antisipasi pengungsi akibat pemanasan global. Inspirasi dari daun lilypad Amazonia Victoria Regia, dari keluarga Nympheas, tanaman air yang ditemukan oleh ahli tanaman Jerman Thaddeaus Haenke. Lilypad kota lingkungan yang mengapung dengan zero emisi udara melalui teknologi energi dari matahari (solar), angin, gelombang laut dan biomass. Bahkan dapat memperoses gas CO2 di dalam atmosfer dan meresap ke kulitnya (atap) yang terbuat dari titanium dioxide seperti proses fotosintesis pada tumbuhan (daun). S
Kunci Jawaban Soal 2 : D 
Pembahasan 
Kemampuan esensial sesuai KD adalah “menerapkan” (C3). Opsi A mengarah pada kemampuan analisis (C4). Opsi B dan C merupakan indikator esensial memahami (C2). Sedangkan opsi E merupakan indikator esensial mengingat (C1). Jawaban D merupakan indikator yang menuntut kemampuan menerapkan (bisa menjabarkan cara pengukuran atau mengukur). Untuk aspek kemampuan melakukan pengukuran (yang sebenarnya bagian dari menerapkan) biasanya ditagih melalui KD keterampilan (KD pada KI-4).

3. Pak Rudi dan Bu Nani mengajar IPA di SMP Harapan Bangsa yang merupakan sekolah Adiwiyata. Se bagai sekolah yang termasuk kategori berwawasan dan berpeduli lingkungan hidup, di SMP tersebut terdapat kebun sekolah yang hijau, koleksi tanaman obat, wastafel tempat cuci tangan di depan setiap kelas, bak sampah, biopori untuk resapan air, serta ada rumah kaca berisi berbagai tanaman. Pak Rudi akan mengajar IPA siswa kelas IX untuk membuat produk daur ulang limbah yang bermanfaat bagi kehidupan. Agar metode Project-based Learning yang Pak Rudi terapkan berhasil dengan baik, maka langkah pertama yang harus dilakukan Pak Rudi adalah ... 
A. Menugaskan siswa mengidentifikasi beragam limbah di sekolah 
B. Menugaskan siswa memfokuskan pada limbah kertas atau plastic 
C. Menetapkan jenis produk daur ulang yang akan dibuat 
D. Membuat jadwal alokasi waktu pembuatan produk 
E. Mempresentasikan hasil hasil karya daur ulang limbah 
Kunci Jawaban: A 
Pembahasan
Merujuk pada sintaks Model Pembelajaran Project-based Learning yaitu: a) Penentuan pertanyaan mendasar (membuat produk apa terkait limbah yang ada di sekolah). Sebelum menentukan produk yang akan dibuat, siswa perlu mengidentifi kasi limbah yang ada di sekolah tersebut; b) Merancang rencana projek; c) Menyusun jadwal membuat projek; d) Memonitor kemajuan projek; e) Menguji proses dan hasil belajar; f) Mengevaluasi pengalaman membuat projek

4. Pembelajaran pada materi “gaya” dengan kompetensi dasar menyajikan hasil penyelidikan tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda, memiliki tujuan: Siswa dapat menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda dengan prosedur yang benar. Manakah di antara strategi-strategi berikut yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut? 
A. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda yang dilengkapi dengan contoh, kemudian siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan secara berkelompok 
B. Meminta siswa berdiskusi secara berkelompok untuk menjawab soal-soal tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda, kemudian hasil diskusi dipresentasikan 
C. Secara berkelompok siswa belajar mengatasi masalah-masalah pengaruh gaya terhadap gerak benda dalam kehidupan sehari-hari 
D. Siswa melakukan kegiatan eksperimen untuk menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda, diskusi hasil penyelidikan, dan penyajian hasil diskusi atau presentasi. 
E. Membentuk kelompok ahli yang bertugas menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda dari berbagai literatur kemudian kelompok ahli menjelaskan hasil penyelidikannya kepada kelompok asal masinng-masing dan selanjutnya setiap kelompok presentasi. 
Kunci Jawaban : D 
Pembahasan 
Tujuan pembelajaran menginginkan siswa melakukan kegiatan penyelidikan. Guru memfasilitasi belajar siswa untuk melakukan kegiatan eksperimen untuk menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda. Sebelum melakukan eksperimen diperlukan persiapan eksperimen termasuk kegiatan indentifikasi hasilhasil kerja gaya dalam kehidupan sehari-hari agar siswa tergiring ke dalam konteks yang diinginkan. Selanjutnya, siswa diminta melakukan eksperimen berdasarkan LKPD yang tersedia.

5. Pak Amir sedang merancang pembelajaran pada KD. Menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak ben da. Kegiatan pembelajaran direncanakan menggunakan pendekatan saintifi k dan metode eksperimen, berikut ini yang paling tepat sebagai apersepsi adalah ... 
A. Siswa diminta untuk membaca bahan ajar materi tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda pada berbagai literatur. 
B. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda di depan kelas termasuk materi pembelajaran agar siswa menjadi tahu materi sebelum melakukan kegiatan eksperimen 
C. mengorientasikan siswa tentang gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian melakukan tanya jawab atau curah pendapat tentang pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari yang relevan 
D. Menjelaskan prosedur eksperimen untuk menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda di sekitar. 
E. Mendemonstrasikan hasil-hasil kerja gaya terhadap gerak benda di depan kelas, kemudian mencontohkan cara melakukan penyelidikan. 
Kunci Jawaban: C 
Pembahasan 
Untuk mengorientasikan siswa dalam kegiatan penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda, siswa diharapkan sudah terlebih dahulu mengetahui konsep gaya dan konsep gerak. Konsep gaya tersebut mungkin dapat dibaca siswa dalam bahan bacaan atau buku siswa tetapi akan lebih konteks dan bermakna jika siswa mengetahui konsep gaya dan gerak benda melalui fenomena kehidupan sehari-hari atau pengalaman siswa sendiri, kemudian melakukan tanya jawab untuk menggiring siswa ke dalam fokus pembelajaran. Curah pendapat akan sangat membantu guru mencermati pengalaman-pengalaman siswa dalam materi tersebut. 

6. Bu Hany melakukan pembelajaran materi IPA dengan KD: menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar, yang melibatkan pengukuran massa benda dengan menggunakan neraca OHAUS 310. Model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran langsung (direct instruction) yang melatih siswa mengukur massa tahap demi tahap. Pada tahap pertama, Bu Hany mengklarifi kasi tujuan dan memotivasi siswa serta menjelaskan kegiatan belajar siswa. Bu Hany juga menjelaskan pengetahuan deklaratif tentang komponen-komponen neraca dan fungsinya masing-masing termasuk bagaimana menggunakannya. Diantara kegiatan berikut yang merupakan tahap 2 yang seharusnya dilakukan oleh Bu Hany adalah ... 
A. Menjelaskan materi pengukuran termasuk di dalamnya pengukuran besaran pokok massa dengan 
     neraca OHAUS 310. 
B. Mendemonstrasikan tahap-tahap pengukuran massa dengan menggunakan neraca OHAUS 310 tahap     demi tahap. 
C. Memberikan latihan soal terkait pengukuran massa dengan neraca OHAUS 310 kepada siswa untuk     dikerjakan secara berkelompok 
D. Meminta siswa berdiskusi tentang pengukuran pengukuran massa dengan neraca OHAUS 310,         
    kemudian siswa diminta merumuskan langkah penggunaannya, dan mempraktikannya 
E. Melakukan kegiatan pengukuran massa dengan menggunakan neraca OHAUS 310 
Kunci Jawaban : B 
Pembahasan 
Model pembelajaran langsung terdiri dari 5 tahap, yaitu: 1) menyampaiakan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) mendemokan pengetahuan atau keterampilan, 3) membimbing pelatihan, 4) mengecek pemahaman dan memberi umpan balik, dan 5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan.

7. Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifi k pada materi suhu dan kalor, Bu Rani meminta siswa untuk melakukan pengamatan terhadap fenomena perpindahan kalor, yaitu dengan menunjukkan data pengaruh massa terhadap kalor yang diterima oleh benda. Setelah siswa merumuskan masalah dan jawaban sementara, siswa diminta untuk melakukan eksperimen untuk mendapatkan jawaban terhadap masalah yang sudah dirumuskan. Berikut ini prosedur yang paling tepat untuk memfasilitasi siswa melakukan eksperimen adalah ...
A. Menjelaskan petunjuk eksperimen dan alat-bahan yang dibutuhkan selama eksperimen 
B. Meminta siswa merancang eksperimen menggunakan bahan bacaan, kemudian Bu Rani mengecek 
    dan membimbing siswa 
C. Bu Rani melakukan demonstrasi bagaimana melakukan eksperimen dan meminta siswa untuk     
     melakukan kegiatan seperti yang didemonstrasikan 
D. Menjelaskan contoh-contoh hasil eksperimen yang sudah dilakukan orang lain
E. Meminta siswa mencari contoh melalui internet atau sumber lainnya untuk dijadikan rancangan 
     percobaan
Kunci Jawaban : B
Pembahasan 
Pendekatan saintifik (5M) terdiri dari tahap mengamati fenomena atau data kemudian siswa diminta mengidentifi kasi dan merurmuskan masalah/pertanyaan. Berdasarkan pertanyaan tersebut, siswa mela kukan kegiatan eksperimen untuk mendapatkan jawaban atau membuktikan hipotesisnya. Dalam kegiatan eksperimen, Bu Rani sebaiknya membimbing siswa untuk merancang kegiatan eksperimen dengan mem fasilitas belajar siswa tetapi langsung memberikan secara penuh prosedur eksperimen tersebut. Bahan bacaan yang sudah disiapkan diharapkan dapat membantu siswa merancang kegiatan eksperimen sesuai dengan RPP.

8. Pak Rudi mengajar IPA di SMP Harapan Bangsa. Di SMP tersebut terdapat kebun sekolah yang hijau, koleksi tanaman obat, wastafel tempat cuci tangan di depan setiap kelas, bak sampah, biopori untuk resapan air, serta ada rumah kaca tempat para siswa mengembangbiakan tanaman. Pak Rudi akan mengajar IPA siswa kelas VII tentang upaya mengatasi sampah dalam kehidupan dengan Problem Based Learning. Pak Rudi berhasil dengan baik, maka langkah pertama yang harus dilakukan Pak Rudi adalah ... 
A. Menugaskan siswa mengidentifi kasi beragam limbah di bak sampah sekolah 
B. Menugaskan siswa memfokuskan pada limbah kertas atau plastik di bak sampah sekolah 
C. Menetapkan jenis produk daur ulang yang akan dibuat 
D. Membuat jadwal alokasi waktu pembuatan produk 
E. Mempresentasikan hasil hasil karya daur ulang limbah 
Kunci Jawaban : A 
Pembahasan 
Kunci jawaban A merujuk pada sintaks Model Pembelajaran Problem-based Learning yaitu: a) mengorientasi siswa pada masalah; b) mengorganisasikan siswa untuk belajar; c) membantu penyelidikan siswa; d) membantu siswa mengembangkan dan menyajikan karya hasil penyelidikan; e) refl eksi terhadap pemecahan masalah yang dilakukan. Sesuai soal, Menyusun jadwal membuat projek; d) Memotitor kemajuan projek; e) Menguji proses dan hasil belajar; f) Mengevaluasi pengalaman membuat projek

9. Bu Nina melakukan pembelajaran dengan tujuan agar siswa dapat melakukan pengukuran kuat arus listrik pada rangkaian. Bu Nina memulai dengan mengkondisikan siswa untuk belajar, memotivasi, dan menyampaikan tujuan. Kemudian Bu Nina mendemonstrasikan cara mengukur kuat arus listrik pada suatu rangkaian. Langkah Bu Nina selanjutnya yang paling tepat adalah ... 
A. Bertanya jawab tentang cara mengukur kuat arus listrik 
B. Meminta siswa untuk menerapkan cara mengukur arus listrik pada berbagai rangkaian listrik 
C. Bertanya-jawab tentang pengertian arus listrik, kuat arus listrik, dan cara pengukurannya 
D. Memancing rasa ingin tahu siswa tentang cara pengukuran arus listrik di rumah 
E. Meminta siswa untuk menirukan pengukuran arus listrik seperti demonstrasi Bu Nina 
Kunci Jawaban : E 
Pembahasan 
Tujuan pembelajaran berkaitan dengan pengetahuan prosedural, yakni cara melakukan pengukuran kuat arus listrik dalam rangkaian. Tujuan seperti ini paling efektif jika menggunakan pembelajaran langsung (direct instruction/learning). Menurut Arends, langkah pembelajaran langsung adalah: 
1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 
2. Mempresentasikan dan mendemontrasikan pengetahuan atau keterampilan 
3. Membimbing pelatihan 
4. Mencek pemahaman dan umpan balik 
5. Memberi kesempatan pelatihan lanjutan dan penerapan 
Berdasarkan stem soal di atas, Bu Nina telah melakukan tahap 1 dan 2 pembelajaran langsung. Maka, langkah selanjutnya adalah membimbing pelatihan Fase ketiga sintak model pembelajaran langsung (direct instruction) adalah membimbing pelatihan. Guru harus memberikan latihan terbimbing kepada siswa. Pada fase ini siswa tidak sekedar berlatih saja, tetapi siswa harus berlatih di bawah bimbingan guru. Tujuan diberikan pembimbingan adalah agar latihan yang dilakukan siswa dapat efektif. Setidaknya ada 4 (empat) prinsip yang harus dipegang guru saat melakukan latihan terbimbing untuk siswanya, yaitu: (a) latihan singkat tapi utuh; (b) keterampilan harus benar-benar dikuasai; (c) hati-hati terhadap kelebihan dan kelemahan latihan berkelanjutan (massed practice) dan latihan terdistribusi (distributed practice); dan (d) perhatikan tahap awal latihan.

10. Pak Amir sedang merancang pembelajaran pada KD. Menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda. Kegiatan pembelajaran direncanakan menggunakan pendekatan saintifi k dan metode eksperimen, berikut ini yang paling tepat sebagai apersepsi adalah ... 
A. Siswa diminta untuk membaca bahan ajar materi tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda pada 
     berbagai literatur. 
B. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda di depan kelas termasuk materi pembelajaran agar 
     siswa menjadi tahu materi sebelum melakukan kegiatan eksperimen 
C. Mengorientasikan siswa pada hasil-hasil kerja gaya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian 
     melakukan tanya jawab atau curah pendapat tentang pengalaman siswa dalam kehidupan seharihari 
     yang relevan dengan pengaruh gaya terhadap gerak benda.
D. Menjelaskan prosedur eksperimen untuk menyelidiki pengaruh gaya terhadap gerak benda di sekitar. E. Mendemonstrasikan hasil-hasil kerja gaya terhadap gerak benda di depan kelas, kemudian 
     mencontohkan cara melakukan penyelidikan. 1
Kunci Jawaban : C 
Pembahasan 
Untuk mengorientasikan siswa dalam kegiatan penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda, siswa diharapkan sudah terlebih dahulu mengetahui konsep gaya dan konsep gerak. Konsep gaya tersebut mungkin dapat dibaca siswa dalam bahan bacaan atau buku siswa tetapi akan lebih konteks dan bermakna jika siswa mengetahui konsep gaya dan gerak benda melalui fenomena kehidupan sehari-hari atau pengalaman siswa sendiri, kemudian melakukan tanya jawab untuk menggiring siswa ke dalam fokus pembelajaran. Curah pendapat akan sangat membantu guru mencermati pengalaman-pengalaman siswa dalam materi tersebut. 

11. Bu Hany melakukan pembelajaran materi IPA dengan KD. Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar, yang melibatkan pengukuran massa benda dengan menggunakan neraca OHAUS 310. Model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran langsung (direct instruction) yang melatih siswa mengukur massa tahap demi tahap. Pada pertama, Bu Hany mengklarifi kasi tujuan dan memotivasi siswa serta menjelaskan kegiatan belajar siswa. Bu Hany juga menjelaskan pengetahuan deklaratif tentang komponen-komponen neraca dan fungsinya masing-masing termasuk bagaimana menggunakannya. Diantara kegiatan berikut yang merupakan tahap 2 yang seharusnya dilakukan oleh Bu Hany adalah ... 
A. Menjelaskan materi pengukuran 
B. Mendemonstrasikan tahap-tahap pengukuran massa dengan menggunakan neraca OHAUS 310 tahap demi tahap. 
C. Memberikan latihan soal kepada siswa 
D. Meminta siswa berdiskusi tentang pengukuran 
E. Melakukan kegiatan pengukuran massa dengan menggunakan neraca OHAUS 310 
Kunci Jawaban : B
Pembahasan 
Model pembelajaran langsung terdiri dari 5 tahap, yaitu: 1) menyampaiakan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) mendemokan pengetahuan atau keterampilan, 3) membimbing pelatihan, 4) mengecek pemahaman dan memberi umpan balik, dan 5) memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan.

12. Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik pada materi suhu dan kalor, Bu Rani meminta siswa untuk melakukan pengamatan terhadap fenomena perpindahan kalor, yaitu dengan menunjukkan data pengaruh massa terhadap kalor yang diterima oleh benda. Setelah siswa merumuskan masalah dan jawaban sementara, siswa diminta untuk melakukan eksperimen untuk mendapatkan jawaban terhadap masalah yang sudah dirumuskan. Berikut ini prosedur yang paling tepat untuk memfasilitasi siswa melakukan eksperimen adalah ... 
A. Menjelaskan petunjuk eksperimen dan alat-bahan yang dibutuhkan selama eksperimen 
B. Meminta siswa merancang eksperimen menggunakan bahan bacaan, yaitu mengidentifikasi variabel-variabel yang terlibat, mengidentifikasi alat bahan dan merancang prosedur eksperimen, kemudian Bu Rani mengecek membimbing siswa. 
C. Bu Rani melakukan demonstrasi bagaimana melakukan eksperimen 
D. Menjelaskan contoh-contoh hasil eksperimen yang sudah dilakukan orang lain 
E. Meminta siswa mencari contoh melalui media google atau sumber lainnya untuk dijadikan rancangan percobaan 
Kunci Jawaban : B 
Pembahasan 
Pendekatan saintifi 5M terdiri dari tahap mengamati fenomena atau data kemudian siswa diminta mengidentifikasi dan merurmuskan masalah/pertanyaan. Berdasarkan pertanyaan tersebut, siswa me la kukan kegiatan eksperimen untuk mendapatkan jawaban atau membuktikan hipotesisnya. Dalam ke giatan eksperimen, Bu Rani sebaiknya membimbing siswa untuk merancang kegiatan eksperimen dengan memfasilitas belajar siswa tetapi langsung memberikan secara penuh prosedur eksperimen tersebut. Bahan bacaan yang sudah disiapkan diharapkan dapat membantu siswa merancang kegiatan eksperimen sesuai dengan RPP.

13. Dalam pembelajaran materi suhu dan kalor, Pak Bendi menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan saintifi k. Pak Bendi tidak hanya ingin meningkatkan kemampuan siswa memahami materi pelajaran tetapi juga meningkatkan keterampilan. Rumusan pertanyaan/tugas berikut yang paling tepat untuk menilai keterampilan siswa menggunakan termometer adalah ... 
A. Ukur suhu larutan yang disimpan dalam gelas kimia dengan menggunakan termometer yang 
     tersedia, kemudian catat hasilnya pada selembar kertas 
B. Berapa suhu larutan yang disimpan dalam gelas kimia? 
C. Tunjukkan cara mengukur suhu larutan yang disimpan dalam gelas kimia dengan menggunakan 
     termometer yang telah disediakan!
D. Catat suhu larutan dalam gelas kimia 
E. Hitung kenaikan suhu larutan setelah dipanasi selama 5 menit. 
Kunci Jawaban: C 
Pembahasan 
Jawaban C akan meminta siswa untuk menunjukkan bagaimana mengukur suhu larutan dalam gelas kimia dengan menggunakan termometer. Dengan tugas demikian siswa akan menuliskan langkahlangkah mengukur suhu larutan bahkan mendemokan bagaimana mengukur suhu larutan dalam suatu gelas kimia secara tepat. Guru dapat meminta siswa untuk mendemokan cara mengukur suhu larutan. 

14. Perhatikan Kompetensi Dasar (KD) berikut. 4.9 Menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan Indikator, jenis penilaian, dan instrumen penilaian yang paling sesuai dengan KD tersebut adalah ...

Kunci Jawaban: A
Pembahasan 
Sesuai buku pedoman penilaian Kurikulum 2013 dari Direktorat PSMP (2017), penilaian keterampilan dapat menggunakan: penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek, dan portofolio. Kemampuan “menyajikan karya” dapat dinilai dari sisi proses membuat karya misalnya poster bahaya rokok (penilaian praktik) dan hasil karya yang disajikan (penilaian produk, yang dinilai dengan instrumen rubrik). Bisa jadi hasil karya dikumpulkan bersama karya lain menjadi portofolio siswa yang bersangkutan. Sesuai opsi yang tersedia, opsi jawaban yang paling tepat adalah A. 

15. Pak Adi melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang menemukan bahwa hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan belum mencapai KKM = 80. Setelah mengkaji jawaban siswa, Pak Adi mengetahui bahwa siswa tidak mampu menerapkan konsep pesawat sederhana untuk menjelaskan konsep tuas pada struktur kerangka manusia karena selama ini hanya menggunakan alat-alat dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh pembelajaran tuas. Pak Adi juga menduga bahwa siswa hanya menghafal materi yang dipelajari dari buku pegangan siswa dan penjelasan guru. Berdasarkan informasi tersebut, tindakan yang paling tepat untuk dilakukan agar masalah tersebut dapat diatasi adalah ... 
A. Menerapkan pembelajaran bermakna, yaitu dengan mengidentifikasi pesawat sederhana pada tubuh 
     manusia 
B. Menerapkan pendekatan saintifik dengan mengamati peran pesawat sederhana pada struktur 
    kerangka manusia, kemudian dibuktikan dengan menggunakan alat-alat teknologi atau dalam 
    kehidupan sehari-hari. 
C. Menerapkan pembelajaran langsung, yaitu dengan mendemonstrasikan bagaimana mengidentifi kasi 
     pesawat sederhana pada tubuh manusia dan menghitung keuntungan mekanis 
D. Menjelaskan ulang materi pesawat sederhana sesuai kesulitan belajar siswa 
E. Menerapkan pembelajaran teman sebaya, yaitu dengan menugaskan kelompok siswa kelompok ahli. 
Kunci Jawaban: B 
Pembahasan 
Pembelajaran remedial digunakan guru untuk membelajarkan indikator yang belum tuntas, dengan menggunakan cara remedial kelas (jika seluruh kelas belum tuntas), remedial kelompok (jika sebagian saja yang belum tuntas), atau remedial individual. Pembelajaran remedial sebaiknya, lebih bersifat “konkrit” sehingga mudah dipahami siswa. Pada kasus di atas, proses persendian tidak mudah diamati . Maka guru dapat menggunakan analogi pesawat sederhana yang relevan.
Guru meminta siswa untuk mengamati aktivitas kerja mengangkat beban pada segmen tubuh manusia sehingga mengetahui peran pesawat sederhana yang diciptakan Tuhan YME pada tubuh manusia. Berdasarkan hasil pengamatan siswa merumuskan pertanyaan atau masalah untuk selanjutnya melakukan kegiatan percobaan dengan menggunakan pesawat sederhana yang tersedia dalam laboratorium pembelajaran. Berdasarkan gambar tersebut siswa akan mengidentifi kasi unsur-unsur tuas dan jenis tuas pada tangan manusia yang memegan beban w. 

16. Dalam suatu kegiatan pengamatan lapangan, para siswa bersama guru mengamati hewan-hewan Invertebrata di tepi pantai. Guru mengajak siswa untuk mengambil sampel beberapa hewan yang tujuannya untuk dibuat awetan basah di laboratorium sekolah. Hewan-hewan itu berupa dolar pasir, bintang ular, ubur-ubur, beragam cangkang kerang, dll. Selama di lapangan, para siswa juga membawa larutan alkohol dan formalin untuk pengawetan hewan tersebut. Kembali dari pantai, sesampainya di sekolah, diketahui ubur-ubur yang dibawa itu hancur. Menurut Anda mengapa bisa terjadi demikian? 
A. Karena larutan alkohol yang digunakan 40% 
B. Karena larutan formalin yang digunakan 40% 
C. Karena ubur-ubur yang dibawa didalam wadah terkena guncangan 
D. Karena membawa ubur-ubur harus didalam wadah kaca 
E. Karena membawa ubur-ubur harus didalam wadah plastic 
Kunci Jawaban: B 
Pembahasan 
Pengawetan specimen hewan yang dibawa dari lapangan dapat dilakukan dengan dimasukkan kedalam larutan alcohol atau formalin. Untuk hewan-hewan Invertebrata yang lunak seperti ubur-ubur diperlukan larutan alkohol 70% atau larutan formalin 4%, karena pada konsentrasi larutan tersebut merupakan batas minimal atau cukup membuat sel hewan mati . Jika digunakan konsentrasi lebih dari itu, hewannya hancur. 

17. Perhatikan soal berikut: Gambar berikut mengilustrasikan perubahan tekanan udara di paru-paru selama satu siklus bernapas. Tekanan atmosfer sebesar 101 kPa.  

Posisi yang menunjukkan tulang rusuk mulai terangkat adalah … 
A. 1 
B. 2 
C. 3 
D. 4 
Soal tersebut mengukur kemampuan ... 
A. Memahami 
B. Menerapkan 
C. Menganalisis 
D. Mengevaluasi 
E. Mencipta 
Kunci Jawaban : C 
Pembahasan 
Level kemampuan berpikir (kognitif): Mengingat : Memberikan jawaban faktual, menguji ingatan, pengenalan Memaham : Menerjemahkan, menjabarkan (menjelaskan), menafsirkan, menyederhanakan, dan membuat perhitungan Menerapkan : Memahami kapan menerapkan, mengapa menerapkan, dan mengenali pola penerapan ke dalam situasi baru, tidak biasa dan agak berbeda atau berlainan Menganalisis : Memecahkan ke dalam bagian, bentuk dan pola Menilai : Membuat keputusan berdasarkan kriteria dan menyatakan mengapa demikian Menciptakan : Menggabungkan unsur-unsur ke dalam bentuk atau pola yang sebelumnya kurang jelas Soal di atas mengukur kemampuan menganalisis, dalam hal ini mengaitkan tekanan udara dengan proses inspirasi dan ekspirasi, sehingga dapat menunjukkan pola yang sesuai.

18. Perhatikan diagram batang berikut!


Diagram tersebut berupa hasil penelitian tentang Skor Rata-rata () Postes Kemampuan Kognitif Siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Discovery, Kooperatif (Group Investigation), dan Konvensional pada Materi Animalia. Jika Anda sebagai guru ingin menggunakan data tersebut untuk memperbaiki cara mengajar tentang materi Animalia di kelas, maka Anda akan melakukan … 
A. Tetap menggunakan model konvensional 
B. Akan menggunakan model Group InvesInvestigation (GI) 
C. Akan menggunakan model discovery 
D. Akan menggunakan paduan model konvensional dan GI 
E. Akan menggunakan paduan model konvensional dan Inquiry 
Kunci Jawaban : C 
Pembahasan 
Hasil penelitian ini memberi informasi bahwa kemampuan kognitif siswa pada materi animalia yang diajar dengan penerapan model discovery lebih baik daripada yang diajar dengan model lainnya. 

19. Perhatikan kompetensi dasar (KD) berikut ini. 
4.5 Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi, termasuk fotosintesis Apabila Anda ingin siswa mencapai KD tersebut pada materi fotosintesis, alat/bahan/media yang tepat yang harus Anda gunakan dalam pembelajaran adalah …
A. Specimen asli
B. Video fotosintesis 
C. Carta dan gambar 
D. Media game topik fotosintesis 
E. Multi media interaktif fotosintesis 
Kunci Jawaban: A 
Pembahasan 
Media pembelajarn menggunakan ide Bruner tentang pembelajaran, yakni pembelajaran seharusnya dimulai dari aktivitas, menuju ke representasi ikonik (misal gambar, model), baru menuju simbolik (misal kata-kata). Selain itu, gunakan pertimbangan kerucut pengalaman Edgar Dale berikut:

Berdasarkan KD keterampilan dan kerucut pengalaman di atas, maka media yang paling sesuai adalah benda sebenarnya (alat dan bahan kegiatan fotosintesis). Media pendukung dapat berupa media visual yang diproyeksikan. Ingat, PPT BUKAN media, namun nama perangkat lunak untuk menghasilkan media audio-visual-gerak (multimedia) yang diproyeksikan.

20. Bu Ana mendapati  bahwa siswa-siswanya memiliki gaya belajar kinestetik-badani (body kinesthetic). Bu Ana hendak melakukan pembelajaran tekanan pada zat. Pembelajaran yang sesuai adalah ... 
A. Meminta siswa membaca materi tekanan zat dan menggarisbawahi kata-kata penting 
B. Menugasi siswa secara berkelompok untuk menelusuri internet tentang efek ketinggian (tekanan 
     udara rendah) terhadap prestasi atlet 
C. Menunjukkan gejala tekanan, mendiskusikan konsep tekanan, dan berlatih soal tekanan pada zat 
D. Meminta siswa menyelidiki pengaruh luas permukaan benda terhadap kedalaman jejaknya bila 
     ditaruh di atas plastisin 
E. Memfasilitasi kenyamanan belajar tekanan zat dengan memperdengarkan musik dengan volume 
     yang tidak terlalu keras 
Kunci Jawaban: D 
Pembahasan 
Orang memiliki cara berbeda dalam meyerap dan mengolah informasi, dan selanjutnya menjadi gaya belajarnya. Pembelajaran yang sesuai gaya belajar yang dominan, dapat membawa manfaat agar penyerapan pengetahuan menjadi lebih cepat dan efektif. Berikut ini adalah macam macam gaya belajar: 
1. Gaya Belajar Visual Gaya belajar secara visual ini yaitu kemampuan belajar dengan melihat. Gaya belajar ini digunakan pada orang dengan indera pengelihatan yang tajam dan teliti . Kemampuan belajar yang berhubungan berkaitan dengan bentuk. Ciri ciri gaya belajar visual yaitu: 
• Bisa mengingat dengan lebih cepat dan kuat dengan melihat. 
• Tidak terganggu dengan suara- suara yang berisik. 
• Memiliki hobi membaca. 
• Suka melihat dan mendemonstrasikan sesuatu. 
Memiliki ingatan yang kuat tentang bentuk, warna, dan pemahaman artisti k. Belajar dengan melihat dan mengamati pengajar. Memiliki kemampuan menggambar dan mencatat sesuatu dengan detail. Ciri lain secara penampilan pada orang dengan gaya belajar visual pada umumnya orangnya cenderung rapi, tidak suka mendengarkan namun lebih suka melihat, orangnya teratur, berpakaian indah. Orang dengan gaya belajar visual memiliki kesulitan dalam menyalin tulisan dari papan tulis, tulisannya tampak berantakan dan tidak mudah dibaca. Anak dengan gaya belajar visual menyukai percobaan atau peragaan. Metode pembelajaran yang tepat yaitu dengan metode mindmap, video ilustrasi, alat tulis berwarna, pembelajaran menggunakan bentuk. 

2. Gaya Belajar Auditori Orang dengan gaya belajar auditori memiliki indera pendengaran yang lebih baik dan lebih terfokus. Orang dengan gaya belajar ini mampu memahami sesuatu lebih baik dengan cara mendengarkan. Hal ini berkaitan dengan proses menghafal, membaca, atau soal cerita. Ciri- ciri gaya belajar auditori yaitu: • Memiliki kemampuan mengingat yang baik dari mendengarkan. • Tidak mampu berkonsentrasi untuk belajar jika suasananya berisik. • Senang mendengarkan cerita atau dibacakan cerita. • Suka bercerita dan berdiskusi. • Bisa mengulangi informasi yang di dengarnya. Orang dengan gaya belajar ini cenderung Ɵ dak suka membaca petunjuk dan lebih suka langsung bertanya untuk mendapatkan informasi. Kendala gaya belajar ini adalah anak Ɵ dak tertarik untuk memperhaƟ kan sekitarnya. Kurang cakap dalam mengarang atau menulis. Cenderung suka berbicara. Oleh karena itu, metode belajar yang tepat yaitu dengan musik, menggunakan media auditori, berdiskusi, bercerita di depan kelas, dan lainnya. Anak dengan gaya belajar ini biasanya saat menghafal akan membaca keras keras kata- kata yang dihafalnya dan menjadi lebih efekƟ f baginya keƟ ka dicapkan dan dia dengar kembali. 

3. Gaya Belajar Kinestetik Gaya belajar kinestetik yaitu gaya belajar dengan melibatkan gaya gerak. Hal yang berkaitan yaitu seperti olahraga, menari, memainkan musik, percobaan laboratorium, dan lainnya. Gaya belajar ini efektif untuk anak yang menyukai gerak dan gambaran imajinasi berdasarkan gerakan. Ciri ciri gaya belajar kinestetik: 
• Ketika menghafal yaitu dengan cara berjalan atau membuat gerakan- gerakan. 
• Menyukai belajar dengan praktik langsung atau menyentuh secara langsung. 
• Anak yang aktif dan banyak bergerak, memiliki perkembangan otak yang baik. 
• Menggunakan objek nyata sebagai alat bantu. 
• Menyukai aktivitas pembelajaran yang akitf atau permainan. Orang atau anak dengan gaya belajar kinestetik ini cenderung tidak bisa diam. Cenderung bosan dengan gaya pembelajaran konvensional yang hanya duduk diam mendengar. Lebih cocok dengan pembelajaran yang melibatkan kerjasama tim, partisipasi aktif siswa, dan kegiatan aktif lainnya. Metode belajar yang bisa diterapkan yaitu dengan menggerakkan jari, mengunyah permen karet, mengeksplorasi lingkungan dengan berjalan jalan, dan lainnya. Pada anak, metode pembelajaran untuk anak dengan gaya belajar kinestetik ini bisa dengan membuat permainan peran, drama, praktik skill, menari, memainkan alat musik, dan lainnya. 

4. Gaya Belajar Global Anak dengan gaya belajar global memiliki kemampuan memahami sesuatu secara menyeluruh. Pemahaman yang dimiliki berisi gambaran yang besar dan juga hubungan antara satu objek dengan yang lainnya. Anak dengan gaya belajar global juga mampu mengartikan hal hal yang tersirat dengan bahasanya sendiri secara jelas. Ciri ciri gaya belajar global: 
• Bisa melakukan banyak tugas sekaligus. 
• Mampu bekerjasama dengan orang lain dengan baik. 
• Sensitif dan mampu melihat permasalahan dengan baik. 
• Mampu mengutarakan dengan kata- kata tentang apa yang dilihatnya.
Anak dengan gaya belajar global biasanya kurang rapi, meskipun sebenarnya menyukai kerapian. Dalam melakukan suatu hal, seringkali berserakan dan barang-barangnya tidak rapi. Untung mengatasi hal ini maka akan membuat suatu sistem penataan dengan mengkategorikan barang- barang sesuai tipenya. Anak dengan tipe global ini tidak bisa hanya memikirkan satu hal namun memikirkan bnayak hal sekaligus. Meskipun satu tugas belum selesai, dia juga akan mengerjakan tugas berikutnya. Anak dengan gaya belajar global peka terhadap sekitarnya termasuk perasaan orang lain dan merasa senang untuk bekerja keras membuat orang lain senang. Cenderung memerlukan banyak dorongan semangat pada saat akan memulai melakukan sesuatu. 

5. Gaya Belajar Analitik 
Anak dengan gaya belajar analitik memikili kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara terperinci, spesifik, dan teratur. Mengerjjakan suatu hal secara bertahap dan urut. Ciri ciri gaya belajar analitik: 
• Berfokus mengerjakan satu tugas, tidak akan ke tugas berikutnya jika tugasnya belum selesai. 
• Berfi kir secara logika. 
• Tidak menyukai jika ada bagian yang terlewatkan dalam suatu tugas. 
• Cara belajar konsisten dan menetap. 
Anak dengan gaya belajar analitik menilai sesuatu berdasarkan fakta- fakta. Namun seringkali mereka tidak mampu menemukan titik gagasan utamanya tentang tujuan tugas yang sedang dia lakukan. Berfokus pada satu masalah atau tugas sampai selesai. Anak dengan gaya belajar analitik lebih cocok belajar sendiri baru kemudian bergabung dengan kelompok belajar. Mereka juga mengalami kesulitan dalam belajar dikarenakan hanya berfokus pada satu hal. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu membuat jadwal belajar yang terstruktur sehingga sasaran belajar yang ingin dicapai jelas. Metode belajar yang tepat yaitu dengan konsisten melakukan atau mengerjakan tugas sesuai dengan jadwal harian yang dibuatnya. Berdasarkan ciri-ciri gaya belajar di atas, maka siswa yang gaya belajarnya kinestetik cenderung lebih cocok jika melakukan kegiatan hands-on, misalnya praktikum.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal dan Pembahasan Materi Pedagogik Mata Pelajaran IPA Persiapan AKG"

Posting Komentar