Berbagi Ilmu

Tebarkan Ilmu Walau Satu Kata
Jadilah Orang yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Batik Keren Murah Kualitas Terjamin

Kandungan Vaksin Palsu Berbahayakah?

Jakarta -Terkait dengan beredarnya vaksin palsu dalam kurun waktu 13 tahun terakhir muncullah keresahan dalam benak masyarakat tentang kandungan vaksin palsu tersebut apakah berbahaya atau tidak untuk kesehatan buah hati mereka. Untuk menjawab keresahan masyarakat ini, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso memastikan vaksin palsu yang diberikan kepada anak tidak menimbulkan dampak yang berbahaya. Seperti dilansir oleh Tempo.co Selasa 12/07/2016 kemarin.
“Terkait dengan dampak vaksin, dampak langsung berbahaya, tidak ada laporannya,” terang Basarah di Kementerian Kesehatan, Selasa, 12 Juli 2016.

Basarah pun menyebutkan konten vaksin juga tidak menimbulkan dampak berbahaya. Isi vaksin palsu yang ditemukan, misalnya, hanya berisi perangsang imun (antigen) dan natrium klorida (NaCl). Selain itu, vaksin yang berlabel tidak sesuai dengan isinya.

Basarah mengimbau masyarakat tidak resah mendengar kabar beredarnya vaksin palsu. Meski demikian, masalah utama dari pemberian vaksin palsu adalah anak tidak mendapatkan vaksinansi yang sesuai dengan kebutuhan. Ia meminta agar anak yang terbukti mendapatkan vaksin palsu dilakukan vaksin ulang.
Menurut Basarah, anak-anak yang sudah berusia 5 tahun bisa mengikuti program Bulan Imunisasi Anak Nasional (Bias). Sedangkan bagi anak berusia 5 tahun ke bawah akan diberi vaksin ulang sesuai dengan pedoman vaksinansi apabila terbukti mendapatkan vaksin palsu.


Direktur Pengawasan Distribusi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Arustiono mengatakan pihaknya telah menelusuri dugaan adanya vaksin palsu di sembilan provinsi di Indonesia. Ia mengatakan ada 39 sampel jenis vaksin yang diambil dari 37 titik fasilitas layanan kesehatan yang tersebar di Pekanbaru, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pangkal Pinang, dan Batam. “Sampel yang kami ambil representatif,” tuturnya.

Menurut Arustiono, dalam pengujian 39 jenis sampel, hanya ditemukan empat sampel yang terbukti vaksin palsu. Ia menjelaskan, sampel-sampel yang terbukti palsu itu adalah vaksin yang hanya mengandung natrium klorida (NaCL) atau garam. Selain itu, ada vaksin yang di dalamnya hanya berupa antigen atau perangsang respons kekebalan tubuh.


Sumber:https://m.tempo.co/read/news/2016/07/12/173786998/idai-pastikan-vaksin-palsu-tak-memiliki-bahaya-langsung

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kandungan Vaksin Palsu Berbahayakah?"

Post a Comment