Berbagi Ilmu

Anda Bisa Sendiri. Cukup 3 Menit! Jika saat diklik muncul tampilan lain, kembali dan klik lagi

IMUNISASI ALA RASULULLAH SAW

Cemas, khawatir, dan takut itulah perasaan yang dialami orang tua yang anaknya divaksinasi pasca terkuaknya peredaran vaksin palsu dalam kurun waktu 13 tahun, tidak terkecuali saya dan isteri saya. Betapa tidak anak saya yang pertama adalah “korban” vaksinasi.

Sebagai anak pertama, kami sepakat untuk memberikan yang terbaik baginya. Memberikan nama yang baik dan ASI eksklusif salah satu cara yang kami lakukan untuk tujuan itu, termasuk memberikan imunisasi secara lengkap. Tujuannya tentu agar anak kami terjaga sistem imunitasnya.

Keputusan kami memberikan imunisasi lengkap belakangan kami sesali setelah kami mengetahui proses pembuatan vaksin, terlebih saat anak kami yang pertama didiagnosa terjangkit penyakit TB anak setahun yang lalu. Kami berpikir mengapa anak kami harus terserang penyakit TB sementara kami telah memberikannya imunisasi lengkap termasuk pemberian vaksin BCG. Pertanyaan inipun pernah saya tanyakan langsung pada dokter anak yang menangani penyakit TB anakku. Jawabannya sungguh mengejutkan, “Pemberian vaksin itu tidak menjamin anak bebas dari penyakit tertentu, semuanya kembali pada kebiasaan hidup kita”. Saya kemudian berpikir mungkinkah bibit penyakit yang terkandung di dalam vaksin yang sudah dilemahkan penyebabnya? Karena sejatinya imunisasi adalah memasukan bibit penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh agar memicu tubuh mengeluarkan zat anti bodi. Entahlah. Penyesalan kami semakin menjadi setelah beberapa hari yang lalu terdengar kabar beredarnya vaksin palsu.

Untunglah anak kami yang kedua tidak kami jadikan “korban” vaksinasi. Setelah kami mengetahui proses pembuatan vaksin yang menggunakan katalisator enzim babi, kami sepakat untuk tidak memberikan vaksin kepada anak kami yang kedua. Alhamdulillah Allah SWT memberikan limpahan kasih sayang-Nya pada kami sehingga anak kami tetap sehat walau tanpa imunisasi.


Kami berpikir, mengapa orang-orang terdahulu yang tidak pernah menggunakan vaksin tapi tetap sehat. Lalu apa rahasianya? Setelah mencari-cari informasi akhirnya kami berkesimpulan bahwa pola makan dan pola hidup yang sehat menjadi salah satu faktornya. Kamipun akhirnya merilik pola imunisasi menurut Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW. Pemberian ASI eksklusif, mentahnik anak dengan kurma, dan pemberian madu salah satunya. Loh kok bisa? Ini penjelasan ilmiahnya semoga bermanfaat.

ASI Tak Tergantikan. Tetap yang Terbaik


semua tahu dan meyakini bahwa ASI lebih baik daripada susu formula. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :

Ibu sebaiknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang menginginkan menyempurnakan menyusui… “ (Al-Baqarah 233)

Sayangnya masih banyak ibu yang enggan menyusui anaknya dengan alasan sibuk dan tidak repot. Padahal, berbagai penelitian telah membuktikan ada begitu banyak  manfaat ASI dan menyusui, baik bagi bayi maupun bagi sang ibu. ASI diyakini mengandung banyak zat kekebalan tubuh. 

Secara garis besar terdapat 2 macam kekebalan di dalam ASI, yaitu faktor kekebalan non spesifik (seperti bifidus factor, laktoferin, lisozim) dan faktor kekebalan spesifik (seperti imunoglobulin). Penjelasan singkatnya sebagai berikut :

Bifidus factor. Dalam ASI, mengandung faktor bifidus empat puluh kali lebih banyak dari susu formula. Faktor Bifidus ini menghambat pertumbuhan enterobacteriaceae dan Escherichia coli (E.coli) yang dapat menyebabkan diare pada bayi.

Laktoferin. ASI mengandung laktoferin. Selain menghambat pertumbuhan laktoferin Candida albicans, itu juga sinergis dengan SIgA dan menghambat pertumbuhan patogen E-coli.

Lisozim. Salah satu Kemanjuran lisozim, bersama dengan sistem komplemen dan SIgA, dapat menghancurkan dinding sel bakteri (bacteriolytic) dari enterobacteriaceae dan kuman gram positif. Selain itu, virus ini juga melindungi tubuh bayi dari berbagai infeksi dari virus herpes hominis lainnya.

Imunoglobulin. Imunoglobulin yang paling penting dan paling penting dalam darah manusia adalah IgG. Sebaliknya, dalam ASI yang terpenting adalah IgA. Fungsi utama SIgA adalah untuk mencegah melekatnya kuman patogen ke dinding mukosa usus kecil. Selain itu, SIgA juga dianggap mampu menghambat proliferasi kuman-kuman ini di usus, walaupun tidak sampai membunuhnya.

Tahnik Anak saat Lahir dengan Buah Kurma

Tahnik adalah sunnah Rasulullahshallalahu ‘alayhi wa salam. Tahnik berasal dari kata hanak (حنك), artinya langit-langit yang merupakan aktivitas meletakkan kurma yang telah dikunyah atau dihaluskan di langit bayi. Sunnah yang sederhana ini, ternyata menyimpan fitur luar biasa untuk generasi peradaban masa depan. Karena dokter telah membuktikan bahwa semua anak kecil (terutama bayi baru lahir dan menyusui) berisiko meninggal, jika salah satu dari dua hal terjadi; Jika ada kekurangan gula darah (karena kelaparan) dan jika suhu tubuh turun ketika terkena air dingin di sekitarnya.

Hasil tes aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa pengujian menggunakan ekstrak n-heksana dari Tanggal Cina tidak memberikan daerah penghambatan untuk kedua bakteri, fraksi kloroform juga tidak memiliki daerah penghambatan yang memuaskan. Sedangkan ekstrak etanol Chinese Dates menyediakan area penghambatan yang memuaskan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, dengan konsentrasi berbeda.

Kurma berpotensi sebagai antimikroba karena berdasarkan hasil skrining, hasilnya menunjukkan bahwa kurma mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, glikosida, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid / triterpenoid. mekanisme kerjanya dengan mengganggu komponen penyusun peptidoglikan dalam sel bakteri, sehingga lapisan dinding sel tidak terbentuk utuh dan menyebabkan kematian sel (Robinson 1991 dalam Anonymous, 2011). Sementara flavonoid berfungsi sebagai antibakteri dengan membentuk senyawa kompleks terhadap protein ekstraseluler yang mengganggu integritas membran sel bakteri (Cowan 1999 dalam Anonymous, 2011).

Tannins, salah satu fitokimia pada tanaman yang mengikat dan mengecilkan protein (McGee 2004 dalam Anonymous, 2011). Tanin memiliki aktivitas antibakteri, mekanisme yang diperkirakan adalah sebagai berikut: Toksisitas tanin dapat merusak membran sel bakteri, senyawa zat penyamakan dapat menginduksi pembentukan kompleks senyawa ikatan terhadap enzim atau substrat mikroba dan pembentukan kompleks ikatan tanin dengan ion logam yang dapat meningkatkan daya racun tannin itu sendiri. Akiyama et al., 2001 dalam Anonymous 2011). Selain itu tanin dianggap mengecilkan dinding sel atau membran sel sehingga mengganggu permeabilitas sel itu sendiri. Sebagai akibat dari gangguan permeabilitas sel, sel tidak dapat melakukan aktivitas hidup dan pertumbuhannya terhambat atau bahkan mati. Menurut Ajizah, 2004 dalam Anonymous 2011)

Saponin, yaitu glikosida yang membentuk basa dalam air. Ketika terhidrolisis dengan asam akan menghasilkan gula dan sapogenin yang sesuai. Saponin dapat digunakan sebagai antimikroba. (Sholikhah, 2006 dalam Anonymous, 2011) sedangkan Anthraquinone bertindak sebagai antibiotik yang bersifat bakteriostatik. Peran bakteriostatik antrakuinon dalam lidah buaya dimungkinkan dengan memengaruhi sintesis protein bakteri. Antibakteri yang bekerja dengan mempengaruhi sintesis protein diklasifikasikan sebagai bakteriostatik, yaitu antibiotik yang mencegah pertumbuhan bakteri sehingga populasi bakteri tetap ada. (Fitri DN, 2005 dalam Rahayu, 2006).

Kesimpulannya adalah Kurma berpotensi sebagai antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Potensi kurma sebagai bahan antimikroba adalah karena mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, glikosida, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid / triterpenoid.

Potensi kurma sebagai bahan antimikroba menunjukkan bahwa kegiatan teknis yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, saw, sangat berperan dan bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi terhadap bakteri.

Madu


Sejak zaman kuno, madu telah disebut minuman dengan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Selain menjadi minuman yang manis dan lezat untuk diminum, madu juga memberikan banyak manfaat dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari penyembuhan penyakit, dan untuk kecantikan.

Madu adalah makanan yang mengandung berbagai nutrisi seperti karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, mineral, dekstrin, pigmen tanaman dan komponen aromatik. Bahkan dari hasil penelitian ahli gizi dan makanan, madu mengandung karbohidrat tertinggi di antara produk ternak lainnya seperti susu, telur, daging, keju, dan mentega sekitar (82,3% lebih tinggi).

Setiap 100 gram madu murni bernilai 294 kalori atau rasio 1000 gram madu murni setara dengan 50 telur ayam atau 5.675 liter susu atau 1680 gram daging. Dari hasil penelitian terbaru ternyata zat atau senyawa yang ada dalam madu sangat kompleks, mencapai 181 spesies.

Salah satu madu yang unik adalah karena madu mengandung antibiotik. Dari hasil penelitian Peter C. Molan (1992), seorang peneliti dari Departemen Ilmu Biologi, Universitas Waikoto, Selandia Baru, madu telah terbukti mengandung antibiotik yang aktif melawan berbagai patogen yang menyebabkan penyakit.

Selain itu, peneliti dari Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Malaya di Malaysia, Kamaruddin (1997) juga menyebutkan bahwa madu mengandung zat anti-mikroba, yang dapat menghambat penyakit.

Beberapa penyakit menular oleh berbagai patogen yang dapat dicegah dan disembuhkan dengan minum madu secara teratur meliputi: Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), batuk, demam, penyakit maag, infeksi saluran pencernaan, dan penyakit kulit.

Kandungan Madu

Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik, yaitu asetilkolin. Asetilkolin digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan tekanan darah. Gula yang tersedia dalam madu akan diserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi lebih cepat dari gula biasa.

Selain itu kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0%; kandungan 35%; sukrosa 1,9%) madu juga mengandung komponen lain seperti serbuk sari dan berbagai enzim pencernaan. Selain itu madu juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, zat besi, serta garam yodium selain radium.

Selain itu, madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organik seperti asam malat, tartarat, sitrat, laktat, dan oksalat. Karena itu madu memiliki banyak manfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "IMUNISASI ALA RASULULLAH SAW"

Posting Komentar