Berbagi Ilmu

Tebarkan Ilmu Walau Satu Kata
Jadilah Orang yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Nonton Sambil Menghafal Al-Quran? Kenapa Tidak? Gratis! Klik Gambarnya dan buktikan!

Setan Lebih Hebat dari Kiyai

Diceritakan di dalam mesjid di sebuah desa di negeri antah berantah para jema’ah sedang khusyu melaksnakan shalat dzuhur berjama’ah. Shalat berjama’ah dipimpin oleh seorang kiyai yang terkenal shaleh dan wara.

Setelah selesai shalat dan zikir bersama, jemaah pun membubarkan diri. Sebagian ada yang pulang ke rumahnya masing-masing ada pula yang melanjutkan kesibukannya masing-masing. Tinggallah pak kiyai sendiri di dalam mesjid sedang melanjutkan zikirnya. Setelah selesai zikir pak kiyai pun bergegas hendak pulang ke rumahnya. Ketika sampai di terlas mesjid, terlihat ada seorang jemaah shalat dzuhur yang sedang mondar-mandir di luar mesjid sambil tak henti-henti matanya memperhatikan setiap pojok mesjid. Sepertinya ada yang sedang ia cari.

Hmmmm...perasaan tadi saya simpan di sini, tapi kok gak ada ya.” Gumamnya, sambil terus menyalahkan dirinya sendiri. “Ah, mungkin ada orang lain yang telah mengambilnya,” pikirnya lagi. “tapi mustahil ada jemaah lain yang mengambil sendalku, selama ini belum pernah aku kehilangan sendal saat shalat berjamaah.” Tepisnya menghilangkan perasangka buruk di dalam pikirannya. “Selain memang penduduk disini sudah paham dan mengerti hukum dan konsekwensi perbuatan mencuri, siapa juga yang tertarik sama sendalku yang jeleknya minta ampun,” sanggahnya lagi. Rupanya jemaah tersebut kehilangan sandalnya.

Setelah lama mencari, sendal pun tak kunjung ditemukan. Akhirnya, dengan wajah malu dan segan ia pun memberanikan diri bertanya kepada sang kiyai. Bukan tanpa alasan karena memang pak kiyai adalah orang terakhir yang keluar dari mesjid. Mungkin saja pak kiyai melihat sandalnya atau paling tidak melihat orang yang memakai, pikir jamaah tersebut.

Maaf pak kiyai, saya mau bertanya. Mungkin pak kiyai melihat sendal saya?” tanya si jemaah.
tidak saya tidak melihatnya, memang kamu tadi nyimpennya dimana?” sang kiyai balik bertanya.
tadi sih perasaan saya nyimpennya di pojok situ pak kiyai, tapi pas tadi dilihat tidak ada. Lupa lagi pak kiyai.” Jawab jemaah.
duh bagaimana ini teh, kamu yang make dan nyimpennya saja tidak tahu, apa lagi saya”, tukas pak kiyai sambil melangkah pulang.

Mendengar jawab begitu dari sang kiyai, si jamaah pun kemudian termenung sambil mengingat-ingat kembali dimana sendal kesayangannya disimpan. Lama merenung, tak terasa waktu shalat ashar pun tiba. Berdatanganlah jemaah yang lain hendak melaksanakan shalat ashar berjamaah.

kebetulan nih, mungkin saja sendalku tertukar dengan jamaah yang lain,” pikirnya sambil bertanya kepada setiap jemaah yang datang. Tapi tak satu pun jemaah yang mengetahui keberadaan sang sendal jepit.

Setelah usahanya gagal, akhirnya jemaah itu pun menyerah. Ia kemudian pergi mengambil air wudhu untuk bergabung dengan jemaah lain melaksanakan shalat ashar berjamaah. Kali ini shalatnya tidak khusyu. Pikirannya masih tertuju pada sendal satu-satunya. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya, ia baru ingat bahwa sendalnya ia simpan di samping bedug. Setelah selesai shalat ia tidak menunda-nunda lagi ia langsung bergegas menuju bedug di samping sebelah utara mesjid.

Benar saja ternyata sendalnya sedang duduk manis menunggu yang empunya menjemputnya. Dengan wajah terkejut bercampur senang ia pun kemudian berkata:

Ah, ternyata Setan memang lebih hebat daripada kiyai. Pak kiyai mah ditanya dimana sendal tidak tahu. Tapi setan tidak ditanya pun dia langsung ngasih tahu dan tidak salah

Silakan baca Juga artikel berikut!

Sedekah dengan menjadi "Joki" Shalat Berjamaah
Cara Efektif Mengatasi Grogi Ala Cristiano Ronaldo

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Setan Lebih Hebat dari Kiyai"

Posting Komentar

?max-results=10">
'); document.write(" ?orderby=published&alt=json-in-script&callback=labelthumbs\"><\/script>");